SUMATERA UTARA TERHANTAM PARADOKS PANEN RAYA: CADANGAN BERAS MELIMPAH, RAKYAT MENDERITA!

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"image_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"43654670486f435dad860b6c37b9e819","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Spread the love

SUMATERA UTARA TERHANTAM PARADOKS PANEN RAYA: CADANGAN BERAS MELIMPAH, RAKYAT MENDERITA!

Medan, 21/08/2025 / antara news.id

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumatera Utara kini berada di tengah ironi yang menyesakkan dada. Di satu sisi, Bulog mengumumkan cadangan beras nasional mencapai 5 juta ton, buah dari program ketahanan pangan dan swasembada yang digembar-gemborkan Kementerian Pertanian. Namun, di sisi lain, rakyat Sumatera Utara menjerit akibat harga beras yang terus meroket, menghancurkan harapan akan kesejahteraan.

Pantauan langsung di lapangan mengungkap fakta pahit: harga beras medium kini mencapai Rp. 15.000 per kilogram, sementara beras premium menembus angka Rp. 17.000. Kenaikan harga ini menjadi pukulan telak bagi masyarakat yang mayoritas berpenghasilan rendah.

Baca Juga:  Gubernur Sulut Tak Tampak Dampingi Presiden Prabowo di Miangas, Publik Soroti Kunjungan Kerja Kepala Negara

“Katanya kita sudah swasembada pangan, tapi kenapa harga beras malah semakin mahal? Kami ini rakyat kecil, bagaimana bisa makan kalau harga beras selangit begini?” ujar seorang ibu rumah tangga di Medan dengan nada putus asa.

Keberhasilan swasembada pangan seharusnya membawa kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat Sumatera Utara merasa terkhianati oleh janji-janji manis pemerintah. Mereka menuntut tindakan nyata untuk menstabilkan harga beras dan memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau.

Pemerintah harus segera bertindak! Jangan biarkan rakyat Sumatera Utara terus menderita di tengah kelimpahan beras. Swasembada pangan seharusnya menjadi berkah, bukan malah menjadi kutukan! ( HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tuntut Kejati Jatim Usut Tuntas Kasus Bank Jatim, Acek Kusuma: “Uang Rakyat Bukan Ladang Bancakan Oknum!”
Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang
LSM KCBI Cabang Bogor Cium Indikasi Korupsi Sistematis di Balik Borok Laporan Keuangan Pemkab Bogor TA 2024
DPD PAN Kota Medan Gelar Musyawarah Cabang Serentak se – Kota Medan, Perkuat Konsolidasi Menuju Partai Yang Solid Dan Berdaya Saing
Partai Perindo Kabupaten Mimika menyatakan komitmen penuh mendukung program Bupati  .
Apresiasi Misi ‘Mimika Cerdas’, Politisi Hanura Tegaskan Literasi Membaca Fondasi Utama Pembangunan SDM hingga ke Kampung
BEM Nusantara Soroti Kasus Aseng: Mengapa Tambang PT QSS Tak Tertindak Selama Bertahun-tahun?
LSM KCBI: Publik Menanti Penjelasan Polisi, Konfirmasi Kasus Sekdes Selawangi Belum Dijawab
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:28 WIB

Tuntut Kejati Jatim Usut Tuntas Kasus Bank Jatim, Acek Kusuma: “Uang Rakyat Bukan Ladang Bancakan Oknum!”

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:15 WIB

Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:44 WIB

LSM KCBI Cabang Bogor Cium Indikasi Korupsi Sistematis di Balik Borok Laporan Keuangan Pemkab Bogor TA 2024

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:59 WIB

Partai Perindo Kabupaten Mimika menyatakan komitmen penuh mendukung program Bupati  .

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:58 WIB

Apresiasi Misi ‘Mimika Cerdas’, Politisi Hanura Tegaskan Literasi Membaca Fondasi Utama Pembangunan SDM hingga ke Kampung

Berita Terbaru