DPW PWDPI SUMUT Turun Lakukan Investigasi Insiden Tragis Tembok SPBU Runtuh Hingga Memakan Korban Nyawa. Ini Penjelasan Kades Baru!

- Penulis

Kamis, 19 Desember 2024 - 06:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

DPW PWDPI SUMUT Turun Lakukan Investigasi Insiden Tragis Tembok SPBU Runtuh Hingga Memakan Korban Nyawa. Ini Penjelasan Kades Baru!

Deli Serdang/AntaraNews.id

Sungguh tragis tembok dari SPBU runtuh sehingga memakan korban jiwa tepat nya di JKarya, Jamin Ginting Desa Baru, Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden tragis ini menjadi perhatian serius  Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPW PWDPI).

Ketua DPW PWDPI Sumut turun ke lokasi tempat kejadian  untuk melakukan investigasi secara langsung dan wawancara ke warga serta pihak pihak terkait, Rabu (18/12/2024) Pukul 15.10 Wib

Menurut Keterangan Ketua DPW PWDPI SUMUT Dinatal Lumbantobing,S.H bahwa didapat keterangan dari warga bahwa tembok milik SPBU Ope Udan kondisinya sudah miring dan warga sudah merasa kuwatir walaupun hal tersebut sudah menjadi perhatian khusus dari warga setempat.

“Kami melihat dari dinding tembok bangunan SPBU tersebut ada pipa bocor yang terus mengeluarkan air hingga merembes kerumah warga dan ini sudah lama terjadi. Kami sudah sering  komplain  serta warga sudah berulangkali menyampaikan bahwa tembok tersebut kondisi sudah miring agar dibongkar saja” terang DL Tobing sapaan akrabnya

Tim DPW PWDPI SUMUT juga melakukan konfirmasi ke pihak Kepala Desa Baru, Stevanus Tarigan terkait peristwa tragis tersebut yang memakan korban dua orang remaja tewas dan satu orang dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Pringadi Medan, saat mereka sedang berjalan kaki mendadak tembok roboh serta bagaiman pertanggungjawaban pihak pemilik SPBU.

“Kami juga terkejut saat mendengar peristiwa tersebut pak, dan saat itu juga kita telah melakukan koordinasi ke Polsek Pancur Batu serta mengamankan korban namun yang selamat satu orang tua kondisi agak parah dan dua orang remaja meninggal dunia” kata Stevanus

Baca Juga:  Nasabah Asuransi Tempuh Jalur Hukum Penghentian Polisnya

Stevanus mengatakan terkait pertanggungjawaban terhadap korban telah dilakukan oleh pemilik SPBU tersebut untuk biaya perobatan di Rumah Sakit.

“Iya, saat itu kami bersama pihak dari pemilik SPBU membawa korban ke Rumah Sakit dan masalah perobatan juga ditanggung dari pihak SPBU Pak.” terang Kades

Menurut DL Tobing berdasarkan hasil investigasi terjadinya peristiwa tragis tersebut  tembok yang sudah hampir 10 tahun tersebut telah di telantarkan dan pemilik SPBU juga sudah 7 tahun tidak beroperasi.

Diduga rubuhnya tembok tersebut  akibat pipa air yang bocor dari atas tembok yang terus mengalir hingga merembes ke rumah warga dan kondisi pondasi tiang  mengalami korosi dan tembok menjadi rapuh akibat air tersebut.

Dengan adanya pembiaran selama 7 tahun terhadap tembok yang diperkirakan sudah miring pondasinya diduga pihak SPBU lalai dalam hal pemeliharaan bangunan.

Jika pembiaran terus dilakukan dengan sengaja sehingga menimbulkan sanksi sosial seperti rubuhnya tembok dengan memakan korban jiwa maka si pemilik dapat di kenakan pasal 359 KUHP lama Pasal 474 ayat (3) UU 1/2023 tentang KUHP baru

Ketua DPW PWDPI Sumut meminta agar pemerintah terkait untuk lebih peka lagi terhadap lingkungannya apalagi jika warga sudah melaporkan dan  segera melakukan tindakan sesuai tupoksi kerja

“Iya, kami berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi hingga memakan  korban pihak pemerintah terkait harus lebih tanggap atas keluhan warganya karena kondisi tembok sebelumnya sudah mengwatirkan warga sekitar” pungkas DL Tobing. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bila Satgas PKH Garuda Tak Bertindak, Warga 6 Desa Bakal Surati Presiden Prabowo
Warga Tanjung Selamat geram ! Warnet dekat pajak melati diduga jadi sarang jual beli chip Higgs Domino , Kepolisian Medan Tuntungan di minta bertindak tegas.
Hukum tumpul ke kiri , tajam ke kanan . Kasus saling lapor di Nias menjadi Sorotan publik .
Tak Jauh dari Polsek Medan Labuhan, Begal Beraksi Brutal di Marelan: Korban Dibacok, Praktisi Hukum Soroti Kinerja Aparat
Tak Jauh dari Polsek Medan Labuhan, Begal Beraksi Brutal di Marelan: Korban Dibacok!
Dinyatakan Dalam Kondisi Sehat, SH Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kontrak Fiktif Dibawa Ke Lapas Kelas IIA Binjai
Datang Dari Dairi Kedua Orangtua Korban Penganiayaan Minta Para DPO Ditangkap
Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Ganja 214 Kg Kabur Usai Sidang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:39 WIB

Bila Satgas PKH Garuda Tak Bertindak, Warga 6 Desa Bakal Surati Presiden Prabowo

Minggu, 19 April 2026 - 12:36 WIB

Warga Tanjung Selamat geram ! Warnet dekat pajak melati diduga jadi sarang jual beli chip Higgs Domino , Kepolisian Medan Tuntungan di minta bertindak tegas.

Kamis, 16 April 2026 - 10:20 WIB

Hukum tumpul ke kiri , tajam ke kanan . Kasus saling lapor di Nias menjadi Sorotan publik .

Kamis, 16 April 2026 - 00:32 WIB

Tak Jauh dari Polsek Medan Labuhan, Begal Beraksi Brutal di Marelan: Korban Dibacok, Praktisi Hukum Soroti Kinerja Aparat

Rabu, 15 April 2026 - 15:50 WIB

Tak Jauh dari Polsek Medan Labuhan, Begal Beraksi Brutal di Marelan: Korban Dibacok!

Berita Terbaru