Festival Deepotsav India 2024 Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Tari Ramayana Indonesia Curi Perhatian

- Penulis

Sabtu, 2 November 2024 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

Festival Deepotsav India 2024 Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Tari Ramayana Indonesia Curi Perhatian

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

India/Antara News.id

Di kota Ayodhya yang sarat sejarah, terletak di negara bagian Uttar Pradesh, India, nuansa keagungan dan persatuan budaya terasa kental dalam perayaan Festival Deepotsav 2024 pada 28 – 30 Oktober 2024.

 

Di sinilah Team Sasana Budaya Art Troupe Jakarta, dengan dukungan Museum Gubug Wayang dan Kombes Pol Tri Suhartanto sebagai Penasehat Museum Gubug Wayang, menghadirkan Tari Ramayana untuk mewakili Indonesia dalam perhelatan internasional yang meriah ini.

 

Tarian tersebut merupakan wujud penghormatan Indonesia terhadap nilai-nilai budaya yang menyatukan bangsa-bangsa di dunia.

 

Santi Dwisaputri Pimpinan Sasana Budaya Art Troupe Jakarta dalam kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada Museum Gubug Wayang dan juga polri dalam hal ini Kombes Pol Tri Suhartanto yang telah banyak mendukung sehingga bisa tampil dalam di internasional dalam Festival Deepotsav 2024

 

” Dukungan polri di acara ini menjadi simbol komitmen Polri dalam mendukung kebudayaan Indonesia di kancah global,” ujar nya

 

Dikesempatan yang sama team Sasana Budaya Art Troupe Jakarta mengucapkan rasa terima kasih kepada polri dalam hal ini Kombes Pol Tri Suhartanto sehingga kami mendapatkan kesempatan untuk menampilkan tarian wayang dalam event budaya internasional di india

 

Sementara Kombes Pol Tri menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Uttar Pradesh serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi yang telah memberi kesempatan bagi Indonesia untuk menampilkan warisan budaya nusantara.

 

“Merupakan kehormatan bagi kami menunjukkan kekayaan budaya dan konektivitas budaya antara Indonesia dan India melalui pertunjukan Ramayana,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat, 1/11/2024.

 

Festival Deepotsav adalah perayaan tahunan yang memukau ribuan pengunjung dari berbagai penjuru India dan luar negeri.

 

Diikuti oleh lebih dari 200 kota di India serta delegasi dari Myanmar, Kamboja, Thailand, Nepal, dan Malaysia, acara ini menjadi wadah istimewa bagi berbagai negara untuk merayakan persaudaraan global.

Baca Juga:  Komandan Yonmarhanlan VIII Bitung: Isra Mi'raj Momentum Tingkatkan Iman dan Taqwa

 

Dengan mengusung tema “Budaya Menyatukan Bangsa,” delegasi Indonesia hadir untuk mengungkapkan semangat toleransi dan gotong-royong melalui tarian epik Ramayana yang telah menjadi bagian integral dari budaya Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali.

Tari Sebagai Bahasa Universal Persatuan

Dalam setiap gerak Tari Ramayana, tersirat nilai-nilai luhur dan makna yang melampaui batas negara.

Tari ini menjadi cerminan cinta, penghormatan terhadap leluhur, dan rasa syukur atas alam serta hubungan antar-manusia.

Filosofi “Cinta dan Hormat” adalah inti dari tarian Indonesia, yang ingin disampaikan kepada dunia sebagai nilai universal yang dapat menyatukan bangsa-bangsa. Seperti yang disampaikan Kombes Pol Tri, “Dengan melestarikan tari Indonesia di panggung dunia, kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membangun jembatan antar-bangsa.”

 

Partisipasi generasi muda dalam kesenian ini turut menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya.

 

Di bawah bimbingan Team Sasana Budaya Art Troupe, pemuda Indonesia diberi kesempatan untuk mengenalkan tari tradisional Indonesia ke pentas internasional, sekaligus membangkitkan rasa bangga terhadap warisan budaya.

 

Kombes Pol Tri juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan dan menjaga martabat bangsa melalui seni dan budaya, demi mewujudkan Visi Indonesia Emas yang dicita-citakan bersama.

 

Melalui partisipasi Indonesia dalam Festival Deepotsav 2024, Kombes Pol Tri Suhartanto berharap bahwa seni-budaya Indonesia akan terus berkembang dan menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan antar-bangsa.

 

“Semoga tanah air kita yang gemah ripah loh jinawi ini selalu tenteram dan damai, kaya akan budaya, penuh rasa persaudaraan,” ujarnya dengan harapan.

 

Tak hanya sebagai hiburan, kehadiran Indonesia di festival ini menjadi saksi bahwa seni-budaya mampu menyatukan bangsa-bangsa dalam harmonisasi perbedaan, dan memupuk rasa nasionalisme di hati generasi penerus.

 

Dengan berakhirnya Festival Deepotsav 2024, Indonesia tidak hanya meninggalkan kesan visual yang indah melalui Tari Ramayana, tetapi juga pesan persatuan, harmoni, dan penghargaan antar-bangsa yang akan dikenang.

 

Di Ayodhya, semangat budaya Indonesia diterima dengan hangat, mengukir jejak harmoni budaya yang menyatukan bangsa. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Pencurian Terstruktur” LSM KCBI Tuding KKN Samisade Sukaharja, 120 Hari Kerja Dipakai Tutupi Upah Fiktif
Dua Unit Truk Di Aman kan Tim Gabungan Deninteldam I/BB Dan Satgas Intelstrat BAIS TNI
Acek Kusuma Pimpin Aksi APMP Jatim, Kejari Surabaya Didesak Percepat Penanganan Dugaan Korupsi RSUD Dr. Soetomo
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jenis Sabu di Lubuk Pakam
Skandal Lahan PIC Menguak! Kades Sampali Mengaku Tak Pernah Dilibatkan, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan
Black Out Pulau Sumatera, PP HIMMAH Demo PLN Tuntut Copot Dirut Darmawan Prasodjo
Tangkap Preman Yang Aniaya Ibu Hamil di Tembung, Kinerja Kapolrestabes Medan Tuai Apresiasi HIMMAH Sumut
Operasi Antik Toba 2026, Polresta Deli Serdang Ungkap 65 Kasus Narkotika dan Amankan 78 Tersangka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:40 WIB

“Pencurian Terstruktur” LSM KCBI Tuding KKN Samisade Sukaharja, 120 Hari Kerja Dipakai Tutupi Upah Fiktif

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:30 WIB

Dua Unit Truk Di Aman kan Tim Gabungan Deninteldam I/BB Dan Satgas Intelstrat BAIS TNI

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:28 WIB

Acek Kusuma Pimpin Aksi APMP Jatim, Kejari Surabaya Didesak Percepat Penanganan Dugaan Korupsi RSUD Dr. Soetomo

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:10 WIB

Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jenis Sabu di Lubuk Pakam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Skandal Lahan PIC Menguak! Kades Sampali Mengaku Tak Pernah Dilibatkan, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru