Beberapa Petani Kebun Sawit Bantah Issue Adanya Kegiatan Cuci Paret di Areal Kebun Milik Warga Yang Berada Di Pasar III Perkebunan Adipati
Media Antara News.Id / Labuhanbatu Utara
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa warga petani kebun sawit yang berlokasi di pasar III Kebun Adipati PT. Smart Tbk Padang Halaban bantah adanya kegiatan program cuci Paret di areal perkebunan milik warga, Jumat (28/8/2026)
Setelah viral konflik antara TPS dengan pihak perusahaan PT.Smart Tbk Padang Halaban Perkebunan Adipati mengenai pembatasan kapasitas jalan, beberapa petani kebun sawit yang berlokasi di pasar III perbatasan angkat bicara,” Kami sebagai bahagian dari petani yang ada di pasar III ini merasa resah akan persiteruan antara pihak perusahaan dengan TPS,” Ujar salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya
Sebagai petani kecil yang hanya memiliki beberapa hektare lahan perkebunan sawit, kami jadi ikut terimbas akibat persiteruan yang terjadi, dimana semenjak persiteruan antara TPS dengan Perusahaan, angkutan kami sudah tidak bisa lagi langsung ke lokasi penimbangan TBS kami,pasalnya sebelum adanya persiteruan antara TPS dengan Pihak Perusahaan,mobil pengangkut Tbs kami bisa langsung bang,
Setelah persiteruan terjadi, sekarang kami harus memindahkan tempat pengumpulan Tbs kami bang, yeach walau hanya puluhan meter, namun kami merasakan imbas dari persiteruan yang ada,” imbuh warga
Dan mengenai 11 petani yang kerap di gadang-gadang, jujur kami tidak tau siapa ke 11 petani yang dimaksud, karena setahu kami, petani yang ada di daerah pasar III hanya kami-kami saja bang, dan seperti abang ketahui sendiri, kami melangsir Tbs kami masih bisa dan tidan terhambat bang, sejak dulu hingga saat ini,kami tidak merasa asa hambatan dalam hal mengeluarkan hasil perkebunan kami,
Hanya saja,,,,lanjut warga,” dulu kami menumpuk Tbs kami langsung di ujung jembatan penyeberangan, dan saat ini kami harus menggeser puluhan meter dikarenakan mobil sudah tidak diperbolehkan lagi masuk langsung
Sebagai petani kecil yang selama ini tidak pernah di persulit perusahaan, harapan kami, kiranya bapak TPS selaku pemilik kebun terluas didaerah kami sini, hendaknya jangan lah beradu kekuatan kepada perusahaan, kita harus sadar bahwa kita sejak dulu hingga saat ini masih menumpang jalan ke perusahaan, dan kami juga memohon kepada pihak perusahaan, kiranya plang yang telah dipasang di simpang jalan masuk ke arah kebun kami,dapat di pindahkan ke tempat penimbangan sawit kami, agar roda 4 bisa masuk kembali seperti biasa, karena kami sadar kalau akses kami sangat bergantung dengan perusahaan PT.Smart Tbk Padang Halaban Perkebunan Adipati sejak dahulu hingga saat ini,” harap warga
(Parik Sitorus)















