AMPH Soroti Kekacauan Regulasi dan Seleksi Direktur PDAM Payakumbuh, Tegaskan Sedang Siapkan Laporan Resmi

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 01:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

AMPH Soroti Kekacauan Regulasi dan Seleksi Direktur PDAM Payakumbuh, Tegaskan Sedang Siapkan Laporan Resmi

Payakumbuh, 28 November 2025 / antara news.id

Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPH) menilai proses seleksi Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Payakumbuh telah memasuki fase paling krusial dan mengkhawatirkan dari sisi legalitas serta tata kelola pemerintahan. Meskipun tiga nama calon direktur telah diserahkan kepada Wali Kota, pelantikan tidak dapat dilakukan karena Peraturan Daerah (Perda) terbaru yang menjadi dasar hukum seleksi belum disahkan oleh DPRD Kota Payakumbuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua AMPH, Ripay, menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan lemahnya perencanaan regulasi dan buruknya manajemen pemerintahan daerah dalam menangani proses yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

“Ini gambaran buruk tata kelola. Nama calon sudah masuk ke Wali Kota, namun perangkat hukum yang menjadi dasar pengangkatan justru belum selesai. Bagaimana mungkin seleksi dijalankan ketika Perda sebagai pijakan utamanya belum disahkan?” kata Ripay, Kamis (28/11).

Dugaan Konflik Kepentingan Meningkatkan Sensitivitas Publik

Situasi semakin menjadi sorotan setelah publik mengetahui bahwa salah satu calon direktur disebut-sebut merupakan istri dari ketua partai politik pengusung Wali Kota. Menurut Ripay, fakta ini menuntut kewaspadaan lebih tinggi terkait objektivitas dan independensi proses seleksi.

“Fakta tersebut membuat publik wajar untuk bersikap waspada. Profesionalitas tidak boleh diganggu kedekatan struktural maupun hubungan politis apa pun. Proses yang menyangkut layanan publik harus bebas dari potensi konflik kepentingan,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa kondisi ini menempatkan Wali Kota dalam posisi dilematis.

“Wali Kota tentu berada dalam tekanan. Di satu sisi ada beban politik masa lalu, tetapi melangkah tanpa dasar hukum yang jelas berarti melanggar aturan. Jika dipaksakan, pelantikan itu berpotensi cacat administrasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Pengukuhan dan Penyerahan SK PAC BRNR Percut Sei Tuan Berlangsung Meriah....!!!!!

Pansel Dinilai Tidak Sah Karena Berdiri di Atas Regulasi yang Belum Ada

AMPH juga menyoroti keberadaan Panitia Seleksi (Pansel) Direktur PDAM yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda). Menurut mereka, tanpa adanya Perda baru yang telah disahkan sebagai dasar hukum, seluruh aktivitas Pansel tidak memiliki legitimasi normatif.

“Ketika dasar hukum yang mengatur mekanisme seleksi belum berlaku, maka seluruh struktur yang dibentuk berdasarkan regulasi itu otomatis kehilangan legalitas. Artinya, keberadaan Pansel juga berada dalam posisi tidak sah secara hukum,” tegas Ripay.

Ia menjelaskan bahwa Permendagri Nomor 23 — yang telah mengalami perubahan substansial terkait kategorisasi Perumda, jumlah pelanggan, hingga pengaturan direksi — mewajibkan daerah menyesuaikan Perda sebelum membentuk Pansel atau memulai seleksi.

“Jika Pansel berjalan tanpa Perda yang diperbarui, maka seluruh hasilnya dapat dinilai cacat sejak awal. Ini bukan persoalan teknis, tapi persoalan fundamental terkait kewenangan,” tambahnya.

AMPH: Laporan Resmi Sedang Disiapkan

Ketua AMPH itu menegaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan laporan resmi terkait ketidaktertiban prosedural dalam seleksi ini. Laporan tersebut akan menyertakan analisis regulasi, tahapan seleksi, hingga indikasi pelanggaran administrasi yang muncul karena proses tetap berjalan sementara Perda belum ditetapkan.

“Laporan ini bukan ancaman. Ini bentuk kontrol sosial mahasiswa. Ada tanggung jawab hukum yang harus ditegakkan. Kami tidak ingin PDAM—penyelenggara layanan dasar masyarakat—menjadi korban dari proses yang tidak tertib,” ujar Ripay.

Ia meminta Pemko Payakumbuh untuk menyelesaikan Perda terlebih dahulu sebelum memaksakan pelantikan.

“Pemko harus berdiri di atas aturan, bukan di atas tekanan kepentingan apa pun. Selama Perda belum selesai, tidak ada alasan hukum untuk memaksakan pelantikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Tanah Warisan H. Abdul Halim Kembali Bergulir, Makawi Gugat Perbuatan Melawan Hukum
Gusar diawasi  Pers , Oknum Ketua 2PAM3 Mimika berinisial TR intimidasi Pimred kompas1.com dan bawa bawa nama ethnis demi bungkam kasus hibah APBD.
Diduga Oknum Ketua 2PAM3 Mimika dan Oknum TL Menyalahgunakan Dana Hibah.
Soroti Dugaan Narkoba di Lapas Palopo, Adhy Nuryadin Kini Dituding Memeras: Ia Pertanyakan Peran Oknum Wartawan dan Aliran Dana
Tidak Terbukti Curi Timbunan . Bupati Gowa Berkunjung Di Kediaman ILYAS SITABA.
Dugaan peredaran obat daftar G di Palopo dan Luwu Raya , Polres Palopo dan Polda Sulsel di minta lakukan pemeriksaan terhadap SHT .
Aliansi Suara Keadilan Gelar Aksi Di Pengadilan Negeri Gowa Dan Mapolresta Gowa, Soroti Penegakan Hukum dan Minta Evaluasi
Bumi Anoa Nusantara Festival Usung Mangkasara’ Molulo 2026 Sinergi AMBA SULTRA dan Lembaga Adat Kerajaan Gowa di Kota Makassar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 05:05 WIB

Sengketa Tanah Warisan H. Abdul Halim Kembali Bergulir, Makawi Gugat Perbuatan Melawan Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 04:44 WIB

Gusar diawasi  Pers , Oknum Ketua 2PAM3 Mimika berinisial TR intimidasi Pimred kompas1.com dan bawa bawa nama ethnis demi bungkam kasus hibah APBD.

Senin, 7 September 2026 - 00:54 WIB

Diduga Oknum Ketua 2PAM3 Mimika dan Oknum TL Menyalahgunakan Dana Hibah.

Selasa, 1 September 2026 - 11:29 WIB

Soroti Dugaan Narkoba di Lapas Palopo, Adhy Nuryadin Kini Dituding Memeras: Ia Pertanyakan Peran Oknum Wartawan dan Aliran Dana

Senin, 31 Agustus 2026 - 02:05 WIB

Tidak Terbukti Curi Timbunan . Bupati Gowa Berkunjung Di Kediaman ILYAS SITABA.

Berita Terbaru