Ketua DPD LSM BIN Minta Mendes PDTT Segera Copot Kades Gunung Pane Dari Jabatannya

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 04:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Ketua DPD LSM BIN Minta Mendes PDTT Segera Copot Kades Gunung Pane Dari Jabatannya

Serdang Bedagai / antara news.id

Kepala Desa Gunung Pane, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara Zulahmad Lubis kini menjadi sorotan publik karena telah melanggar “Pakta Integritas” yang telah dia tandatangani, selain menjabat sebagai Kepala Desa, Zulahmad Lubis juga bekerja sebagai Karyawan tetap di PTPN IV Regional 1 Kebun Gunung Pamela.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagaimana mungkin Kades bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus? Memangnya badannya ada dua?” ucap Abdi M. Rambe.

Terkait permasalahan itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Benteng Independen Nusantara (DPD LSM BIN) Sumatera Utara Abdi Muharram Rambe cukup geram sehingga ia meminta Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) agar segera mencopot Zulahmad Lubis dari jabatannya selaku Kepala Desa Gunung Pane, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Sabtu (29/11/2025).

Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 sangat jelas dikatakan bahwa Kades dilarang rangkap jabatan termasuk menjadi karyawan BUMN.

“Kepala desa adalah pelayan publik yang bertugas melayani masyarakat desa, termasuk berkantor setiap hari untuk menjalankan fungsinya. Tugasnya meliputi penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Abdi M. Rambe.

Ia juga mengatakan, meskipun tidak ada regulasi yang secara eksplisit mewajibkan mereka “berkantor” setiap hari seperti ASN, pelayanan desa dilakukan setiap hari kerja sesuai kebutuhan masyarakat.

Fungsi dan tugas:

Kepala desa memiliki tugas pokok menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan, serta melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pelayanan publik:

Lanjut kata Abdi M. Rambe, sebagai pelayan publik, kepala desa harus memberikan pelayanan kepada masyarakat kapan pun diperlukan, termasuk di luar jam kerja kantor jika ada kebutuhan mendesak.

Baca Juga:  Region Head PTPN I Regional 1 Jalin Silaturahmi dengan Wali Kota Medan

Jam kerja:

Jam kerja untuk aparatur pemerintah desa umumnya mengikuti jam kerja pemerintahan, yaitu pada hari kerja (Senin-Jumat). Namun, tugasnya tidak terbatas pada jam tersebut saja, terutama jika menyangkut pelayanan masyarakat.

Undang-undang yang melarang Kepala Desa merangkap jabatan, termasuk menjadi karyawan BUMN antara lain:

1.Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

2.Pasal 29 UU No. 6 Tahun 2014 mengatur mengenai larangan bagi Kepala Desa.

Berdasarkan pasal tersebut, Kepala Desa dilarang:

Menjadi pengurus partai politik.

Merangkap jabatan dengan:
Ketua dan/atau anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Jabatan lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

“Frasa “jabatan lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan” ini menafsirkan bahwa posisi sebagai karyawan BUMN termasuk dalam larangan rangkap jabatan, karena fungsi Kepala Desa membutuhkan fokus penuh waktu sebagai pelayan masyarakat desa,” ujar Abdi M. Rambe.

Selain Undang-undang Desa, peraturan pelaksana seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 110 Tahun 2016 juga turut menegaskan larangan rangkap jabatan bagi Kepala Desa dan perangkat desa untuk menghindari konflik kepentingan.

“Dengan demikian, seorang Kepala Desa tidak diperbolehkan menjadi karyawan BUMN selama masa jabatannya,” pungkas Abdi M. Rambe.

Seorang Kepala Desa yang tidak pernah masuk kerja karena menjadi karyawan perusahaan dapat dikenakan sanksi administratif hingga pemberhentian dari jabatannya. Hal ini karena jabatan Kepala Desa dilarang untuk dirangkap dengan pekerjaan lain, terutama yang mengganggu pelaksanaan tugas dan kewajibannya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sosper Robi Barus S.E M.A.P dengan Tema ” Penyelenggaraan Perlindungan Anak ” Dihadiri Warga Kecamatan Medan Helvetia
Walikota Rico Waas tegas ! Komunitas lari masuk stadion teladan tanpa ijin , siapa yang berani berikan akses ?
Gelombang penghargaan mengalir ke Polda Sumut.Masyarakat banjir kan papan bunga sebagai bentuk terima kasih kepada Kapolda
Sabam Rajagukguk Rangkul GKPA: Sinergi Hangat Demi Rakyat
Peringati Hari Buruh, Gubsu Singgung Kesejahteraan Dan Pengawasan Buruh
WALHI SUMUT Dukung Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Aktivitas Tambang Ilegal.
Ramadhan Penuh Berkah, Pemuda Pancasila Bandar Klippa Tebar Takjil dan Kasih untuk Sesama
PC Himmah Medan Apresiasi Polrestabes Tindak Sarang Narkoba dan Judi Di Medan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 03:12 WIB

Sosper Robi Barus S.E M.A.P dengan Tema ” Penyelenggaraan Perlindungan Anak ” Dihadiri Warga Kecamatan Medan Helvetia

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:49 WIB

Walikota Rico Waas tegas ! Komunitas lari masuk stadion teladan tanpa ijin , siapa yang berani berikan akses ?

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:02 WIB

Gelombang penghargaan mengalir ke Polda Sumut.Masyarakat banjir kan papan bunga sebagai bentuk terima kasih kepada Kapolda

Senin, 11 Mei 2026 - 01:56 WIB

Sabam Rajagukguk Rangkul GKPA: Sinergi Hangat Demi Rakyat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:35 WIB

Peringati Hari Buruh, Gubsu Singgung Kesejahteraan Dan Pengawasan Buruh

Berita Terbaru