“Judi di Deli Serdang ” diduga kuat aparat tutup mata .

- Penulis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

“Judi di Deli Serdang ” diduga kuat aparat tutup mata .

Deli Serdang, Jum’at (1/8/2025)./ antara news.id

Kasus judi di Deli Serdang tampaknya telah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Namun, yang lebih memprihatinkan adalah dugaan bahwa bos judi telah melakukan “pembagian” dengan aparat penegak hukum (APH) setempat. Jika benar, ini berarti bahwa APH yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas judi, justru menjadi “macan ompong” yang hanya menggertak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Soalnya, mulai tingkat kabupaten dan pelosok desa, ada APH yang diberikan wewenang melakukan penindakan. Patut diduga, bos judi sudah berbagi dengan polisi,siapa yang setoran lancar biarkan media berkoar koar, yang gak lancar baru dihajar. Tegas Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang menanggapi maraknya pemberitaan judi di media sosial dan online, Jum’at ( 1/8/2025) di lubuk pakam.

Dugaan bahwa bos judi telah melakukan “pembagian” dengan APH menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan profesionalisme APH. Jika APH dapat disuap atau dipengaruhi oleh bos judi, maka ini berarti bahwa hukum tidak lagi ditegakkan secara adil dan imparsial.

Masyarakat Deli Serdang berhak untuk mengetahui kebenaran tentang dugaan ini. Apakah benar bahwa APH telah menjadi “macan ompong” yang hanya menggertak? Apakah benar bahwa bos judi telah melakukan “pembagian” dengan APH?

Menurutnya, Praktek judi dapat berjalan mulus di Deli Serdang atau daerah lain karena beberapa faktor, antara lain:

Baca Juga:  Dinyatakan Dalam Kondisi Sehat, SH Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kontrak Fiktif Dibawa Ke Lapas Kelas IIA Binjai

1. *Kurangnya Penindakan Hukum*: Jika penindakan hukum terhadap praktek judi tidak efektif atau tidak konsisten, maka praktek judi dapat terus berjalan tanpa gangguan.
2. *Permintaan yang Tinggi*: Jika ada permintaan yang tinggi terhadap judi, maka praktek judi dapat terus berjalan karena ada pasar yang siap untuk dilayani.
3. *Keterlibatan Oknum*: Keterlibatan oknum-oknum tertentu, seperti aparat atau pejabat, dapat memfasilitasi praktek judi dan membuatnya berjalan mulus.
4. *Kurangnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat*: Jika masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya judi atau tidak memiliki kesadaran untuk menolak judi, maka praktek judi dapat terus berjalan.
5. *Faktor Ekonomi*: Faktor ekonomi, seperti kemiskinan atau kesulitan ekonomi, dapat membuat orang lebih rentan terhadap judi sebagai cara untuk mencari uang cepat.

Namun, perlu diingat bahwa judi adalah kegiatan ilegal di Indonesia dan dapat memiliki dampak negatif pada masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi dan memperkuat penindakan hukum terhadap praktek judi.

Kita berharap agar pihak berwenang dapat melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan tentang dugaan ini. Jika terbukti bahwa APH telah terlibat dalam praktek korupsi atau penyalahgunaan wewenang, maka mereka harus dijatuhi sanksi yang tegas. Kita tidak bisa membiarkan hukum ditegakkan secara pilih kasih dan membiarkan praktek judi terus berkembang di Deli Serdang. (JWI DS / tim ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PARKIR DIDUGA MELUBER KE BADAN JALAN, KANTOR IMIGRASI KELAS II DISOROT! KAPOLDA SULUT DAN KAPOLRES BITUNG DIMINTA TURUN TANGAN, JANGAN ADA PEMBIARAN!
Gerebek Dua Lokasi di Tanjung Morawa, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 3 Terduga Pengedar Sabu, 12 Gram Lebih Barang Bukti Disita
GSN Polresta Deli Serdang Sasar Kualanamu, 4 Pria Positif Narkoba Diamankan, Sosok Amok Diburu Polisi
Kecewa Atas Kinerja Polrestabes Medan, Pelapor Akan Menggelar Aksi Bersama Kaum Ibu Di Mapolrestabes Medan
Kanopan Ulu Estate Kumpulkan 65 Kantong Darah, Antusiasme Karyawan dan Masyarakat Kian Meningkat
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Proyek Lapangan Mangkrak dan Berutang Rp95 Juta, Polda Papua dan Polres Mimika Didesak Seret ke pengadilan Ketua LSM 2PAM3 Berinisial TR!
Gerak Cepat Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Tindak Aduan Warga, Dua Lokasi Diduga Sarang Sabu Ternyata Nihil
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:23 WIB

PARKIR DIDUGA MELUBER KE BADAN JALAN, KANTOR IMIGRASI KELAS II DISOROT! KAPOLDA SULUT DAN KAPOLRES BITUNG DIMINTA TURUN TANGAN, JANGAN ADA PEMBIARAN!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Gerebek Dua Lokasi di Tanjung Morawa, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 3 Terduga Pengedar Sabu, 12 Gram Lebih Barang Bukti Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:26 WIB

GSN Polresta Deli Serdang Sasar Kualanamu, 4 Pria Positif Narkoba Diamankan, Sosok Amok Diburu Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Kecewa Atas Kinerja Polrestabes Medan, Pelapor Akan Menggelar Aksi Bersama Kaum Ibu Di Mapolrestabes Medan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Kanopan Ulu Estate Kumpulkan 65 Kantong Darah, Antusiasme Karyawan dan Masyarakat Kian Meningkat

Berita Terbaru