Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026.
Pedoman ini mengatur penggunaan kecerdasan buatan atau AI apabila digunakan dalam pekerjaan redaksi Antara-news.id. AI diposisikan sebagai alat bantu; keputusan penerbitan dan tanggung jawab isi tetap berada pada manusia.
Kontrol Redaksi
Penggunaan AI dalam karya jurnalistik perlu mengikuti Kode Etik Jurnalistik, dengan kontrol manusia dari awal hingga akhir. Perusahaan pers tetap bertanggung jawab atas karya yang diterbitkan. Rujukan lengkap tersedia pada Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, Dewan Pers, 2025.
Bantuan yang Dapat Digunakan
AI dapat membantu pekerjaan awal seperti merapikan bahasa, menyusun kerangka, menerjemahkan, atau menyiapkan transkripsi dan ringkasan. Hasilnya harus dibandingkan dengan bahan asli dan diperiksa oleh redaksi sebelum dipublikasikan. AI bukan narasumber yang membuktikan suatu peristiwa.
Pemeriksaan dalam Liputan Hukum dan Daerah
Pada berita tentang pengaduan masyarakat, sengketa lahan, dana publik, dan proses pidana, redaksi perlu memeriksa nama, lokasi, tanggal, angka, dokumen, kutipan, serta status hukum dengan sumber yang dapat ditelusuri. Ringkasan AI tidak boleh mengubah suatu dugaan menjadi pernyataan terbukti. Upaya konfirmasi pihak terkait tetap diperlukan.
Larangan Fabrikasi dan Manipulasi
AI tidak boleh digunakan untuk membuat wawancara, narasumber, kutipan, dokumen, atau fakta peristiwa yang tidak pernah ada. Gambar, audio, dan video sintetis tidak boleh disajikan seolah-olah dokumentasi asli. Perubahan teknis tidak boleh mengubah makna atau menyesatkan pembaca.
Transparansi kepada Pembaca
Konten yang menggunakan AI secara substantif perlu disertai keterangan tentang perannya. Materi visual atau suara sintetis harus diberi penanda yang jelas. Contoh keterangan: “Ilustrasi dibuat dengan bantuan AI; bukan foto peristiwa.”
Perlindungan Data dan Sumber
Data pribadi, identitas sumber rahasia, dokumen pengaduan, dan bahan yang belum dipublikasikan tidak boleh dimasukkan ke layanan AI tanpa penilaian terhadap izin, kebutuhan, keamanan, dan aturan penyedia. Gunakan bahan seminimal mungkin dan hilangkan identitas yang tidak diperlukan.
Koreksi dan Evaluasi
Redaksi perlu memeriksa risiko bias serta kesalahan, termasuk stereotip daerah, kelompok, agama, dan pihak dalam perkara. Jika kesalahan ditemukan, perbaikan dilakukan secara transparan. Pedoman ini perlu dievaluasi mengikuti perubahan teknologi dan praktik redaksi.
Untuk koreksi, hak jawab, pertanyaan kebijakan, atau komunikasi redaksi, hubungi kontak pusat 0858-8583-4246. Untuk redaksi Sumatera Utara, tersedia WhatsApp 0821-8021-6656. Rincian pengelola dan susunan redaksi dapat dilihat pada halaman Redaksi.







