Anak Oknum Kades Diduga Ancam Warga dengan Sajam, Sikap Arogan dan Kebal Hukum Disorot

- Penulis

Minggu, 26 Januari 2025 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Anak Oknum Kades Diduga Ancam Warga dengan Sajam, Sikap Arogan dan Kebal Hukum Disorot

Medan / Antara news.id

Anak dari seorang oknum Kepala Desa Cinta Rakyat,Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Eko, kembali menuai sorotan publik setelah diduga melakukan pengancaman terhadap seorang warga yang juga merupakan jurnalis di Sumatra Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sikap arogan dan rasa kebal hukum yang ditunjukkan semakin memicu kemarahan masyarakat. Kejadian ini dialami langsung oleh Junaedi, seorang jurnalis yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dalam keterangannya kepada media, Junaedi mengungkapkan kronologi kejadian saat dirinya hendak menjemput anaknya dari sekolah.

“Pas aku lewat dia melihat saya dan langsung menantang sambil berkata, ‘Apa?’ sambil memegang senjata tajam,” ungkap Junaedi.

 

Junaedi juga menambahkan bahwa tindakan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh anak oknum kades tersebut. “Semakin terlihat rasa hebatnya, mungkin karena dia merasa kebal hukum,” ujarnya dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Jaksa Yang Tangani Perkara Dosen Bunuh Suami Tak Profesional

 

Junaedi mengaku telah melaporkan insiden sebelumnya pada 23 November 2024 dengan nomor laporan LP/339/XI/2024/SPKT/Polrestabes Medan. Namun, hingga berita ini dinaikkan, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan terkait perkembangan kasus ini.

 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arief Setyawan melalui Kapolsek Medan Tembung Kompol Jhonson juga belum memberikan keterangan resmi terkait kasus yang melibatkan anak oknum kades tersebut.

 

Ketua Koalisi Mahasiswa, Sutoyo, mengecam keras tindakan intimidasi dan arogansi yang dilakukan oleh anak oknum kades tersebut.

 

“Kami mendesak pihak berwajib untuk bertindak tegas secepatnya tangkap agar hukum tetap ditegakkan. Jika tidak, ini akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat yang membutuhkan keadilan,” tegas Sutoyo.

 

Kasus ini menjadi sorotan publik dan mencerminkan persoalan hukum yang belum berjalan maksimal. Masyarakat berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putusan Mahkamah Agung Telah Dilaksanakan, Eksekusi Pun Telah Usai, Namun Kegiatan Warga KTPHS Masih Tetap Berjalan
Tidak Terbukti Bersalah 4 Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek KDM Dibebaskan
Pertikaian di Jermal catut nama Guntur Sahputra , Kuasa hukum bantah dengan tegas, tidak ada keterlibatan kliennya .
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Berkedok THM . Giliran Gadis Muda Cantik dan pemasok Tak Berkutik
Oknum APH Diduga Beking Galian C Ilegal di Deli Serdang. Warga Minta Kapolri dan Panglima TNI Turun Tangan
Keadilan tertunda , pelaku penganiayaan bebas melenggang. Korban dianiaya di hina dan di lecehkan .
Ungkap Kasus Narkotika, Pelaku Dengan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polresta Deli Serdang
Belum Juga Turun Ke Lokasi Galian C Ilegal, Kadis Perindag ESDM Sumut Lawan Instruksi Gubsu Bobby
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:07 WIB

Tidak Terbukti Bersalah 4 Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek KDM Dibebaskan

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:51 WIB

Pertikaian di Jermal catut nama Guntur Sahputra , Kuasa hukum bantah dengan tegas, tidak ada keterlibatan kliennya .

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:14 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Berkedok THM . Giliran Gadis Muda Cantik dan pemasok Tak Berkutik

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:31 WIB

Oknum APH Diduga Beking Galian C Ilegal di Deli Serdang. Warga Minta Kapolri dan Panglima TNI Turun Tangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:47 WIB

Keadilan tertunda , pelaku penganiayaan bebas melenggang. Korban dianiaya di hina dan di lecehkan .

Berita Terbaru