Inspektorat diminta usut dugaan pungli P3K penyapu jalan oleh oknum Korcam Medan Tembung

- Penulis

Rabu, 18 Desember 2024 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Medan / Antara news.id

Betapa sulit mencegah perilaku pungli yang dinilai masih saja terjadi di negeri kita ini. Pungli merupakan salah satu gejala sosial yang bersifat abadi, sehingga selalu hadir di tengah kehidupan masyarakat. Pungli juga menjadi salah satu faktor yang menghambat kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum dan Birokrasi pemerintahan.

Seperti halnya dugaan terjadi terkait Rekruitmen Guru PPPK Kota Medan Tahun 2024 baru lalu, pungutan liar atau pungli yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum Korcam Medan Tembung yang meminta uang sebesar Rp 300 ribu di duga puluhan Penyapu Jalan yang ingin ikut ujian PPPK di Kota Medan, dan bentuk Pungutan liar (pungli) tidak resmi ini terjadi akibat penyalahgunaan wewenang jabatan yang melekat pada oknum Kecamatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oknum Korcam Medan Tembung diduga melakukan tindakan pungutan liar (pungli) terhadap Penyapu Jalan yang mau mengikuti Ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), satu di antara pegawai P3K yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan setelah lulus mereka sudah diminta sejumlah biaya yang diduga dilakukan oleh oknum korcam Medan Tembung.

“Ya, kami diminta uang, saya tanya uangnya untuk apa, jalur uangnya kemana, kalau tidak dikasih apa konsekuensinya. Korcam tidak mau menjawab,” kata pegawai tersebut kepada awak media, Rabu (18/12/2024)

Informasi yang dihimpun awak media beberapa penyapu Jalan yang mau Ikut rekruitmen P3K yang barudimintai sejumlah uang dengan besaran Rp 300 ribu rupiah, kebanyakan para Penyapu Jalan tersebut, diisyaratkan untuk bungkam kepada siapapun atas peristiwa yang dialami mereka, jika tidak, konsekwensinya pasti ada. Media ini terus mencoba menelusuri kemana saja mengalirnya pungutan uang puluhan juta rupiah dari Penyapu Jalan yang dinilai tidak ada payung hukum yang membenarkanya ini.

Bahkan santer dibidik pembicaraan publik, diduga Oknum Korcam Medan Tembung masif dan terstruktur strategi dan modulasi Pungli pada warga tenaga Penyapu Jalan di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara.**

Baca Juga:  Diskusi Publik Hari Anti Narkoba Internasional, GAMKI Tak Mau Generasi Muda Terpapar Narkoba .

Medan / Antara news.id

Betapa sulit mencegah perilaku pungli yang dinilai masih saja terjadi dinegeri kita ini. Pungli merupakan salah satu gejala sosial yang bersifat abadi, sehingga selalu hadir di tengah kehidupan masyarakat. Pungli juga menjadi salah satu faktor yang menghambat kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum dan Birokrasi pemerintahan.

Seperti halnya dugaan terjadi terkait Rekruitmen Guru PPPK Kota Medan Tahun 2024 baru lalu, pungutan liar atau pungli yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum Korcam Medan Tembung yang meminta uang sebesar Rp 300 ribu di duga puluhan Penyapu Jalan yang ingin ikut ujian PPPK di Kota Medan, dan bentuk Pungutan liar (pungli) tidak resmi ini terjadi akibat penyalahgunaan wewenang jabatan yang melekat pada oknum Kecamatan tersebut.

Oknum Korcam Medan Tembung diduga melakukan tindakan pungutan liar (pungli) terhadap Penyapu Jalan yang mau mengikuti Ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), satu di antara pegawai P3K yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan setelah lulus mereka sudah diminta sejumlah biaya yang diduga dilakukan oleh oknum korcam Medan Tembung.

“Ya, kami diminta uang, saya tanya uangnya untuk apa, jalur uangnya kemana, kalau tidak dikasih apa konsekuensinya. Korcam tidak mau menjawab,” kata pegawai tersebut kepada awak media, Rabu (18/12/2024)

Informasi yang dihimpun awak media beberapa penyapu Jalan yang mau Ikut rekruitmen P3K yang barudimintai sejumlah uang dengan besaran Rp 300 ribu rupiah, kebanyakan para Penyapu Jalan tersebut, diisyaratkan untuk bungkam kepada siapapun atas peristiwa yang dialami mereka, jika tidak, konsekwensinya pasti ada. Media ini terus mencoba menelusuri kemana saja mengalirnya pungutan uang puluhan juta rupiah dari Penyapu Jalan yang dinilai tidak ada payung hukum yang membenarkan nya ini.

Bahkan santer dibidik pembicaraan publik, diduga Oknum Korcam Medan Tembung masif dan terstruktur strategi dan modulasi Pungli pada warga tenaga Penyapu Jalan di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Restrukturisasi Ormas di Simalungun: Zulkarnain Sinaga Resmi Pimpin DPC PP 59
Penutupan Diklat Kepamongprajaan Angkatan I-VI Tahun 2026 di Jakarta
Kolonel Marvill Pimpin Sertijab Komandan KRI Kakap-811, Mayor Laut Haruman Ari Alfaizal Pimpin
Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY
Pengukuhan DPP BARA HATI Indonesia Digelar di Aula Siantar Hotel, Tekankan Solidaritas dan Transparansi
Anggota DPRD Deliserdang, Junaidi SH Dukung Tim JCS Polrestabes Berlaga Di Porwasu 2026
Ibadah Paskah di Makawidey, Khadim Pdt Romi Kindangen Pimpin
Tawuran Berujung Penjarahan dan Teror Pembakaran, Respons Kapolres Pelabuhan Belawan Dipertanyakan,Publik Bandingkan dengan Era Josua Tampubolon
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 03:05 WIB

Restrukturisasi Ormas di Simalungun: Zulkarnain Sinaga Resmi Pimpin DPC PP 59

Jumat, 17 April 2026 - 10:40 WIB

Penutupan Diklat Kepamongprajaan Angkatan I-VI Tahun 2026 di Jakarta

Kamis, 16 April 2026 - 07:45 WIB

Kolonel Marvill Pimpin Sertijab Komandan KRI Kakap-811, Mayor Laut Haruman Ari Alfaizal Pimpin

Minggu, 12 April 2026 - 01:57 WIB

Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY

Jumat, 10 April 2026 - 10:54 WIB

Pengukuhan DPP BARA HATI Indonesia Digelar di Aula Siantar Hotel, Tekankan Solidaritas dan Transparansi

Berita Terbaru