TUNTUTAN MENGGEMA: Bupati Deli Serdang Diminta Copot Plt Kabid PSP Dinas Pertanian, Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis dan Langgar Kode Etik ASN

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Spread the love

TUNTUTAN MENGGEMA: Bupati Deli Serdang Diminta Copot Plt Kabid PSP Dinas Pertanian, Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis dan Langgar Kode Etik ASN

Deli Serdang,28/08/2025 / antara news.id

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang desakan keras mengguncang Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menuntut Bupati Asriludin Tambunan untuk segera mencopot MR Siregar dari jabatannya sebagai Plt Kabid PSP Dinas Pertanian. Tuntutan ini muncul akibat dugaan pelecehan terhadap profesi jurnalis dan serangkaian kebijakan kontroversial yang dinilai merugikan kinerja dinas serta mencoreng citra kepemimpinan bupati.

Kasus ini bermula dari pemberitaan viral di media online yang mengkritisi dan meminta evaluasi terhadap program Bridge Pangan (BP) di Kabupaten Deli Serdang. MR Siregar diduga bereaksi keras terhadap pemberitaan tersebut, bahkan meminta wartawan yang bersangkutan untuk melakukan konfirmasi sebelum menayangkan berita. Permintaan ini dianggap sebagai bentuk intervensi yang tidak pantas dan memicu kecurigaan di kalangan jurnalis.

“Ada apa dengan MR? Ada dugaan keterlibatan MR dalam pendistribusian alsintan BP di tahun 2025 ini, sehingga ia menjadi ragu dan khawatir dengan adanya evaluasi Alsintan,” tegas wartawan yang merasa dilecehkan.

Seorang wartawan senior di Kota Medan yang enggan disebutkan namanya menambahkan, “Jika pun ada pihak yang harus dikonfirmasi, itu seharusnya Kadis Pertanian atau Kadis Ketahanan Pangan, bukan seorang Plt Kabid. Apa tupoksinya di sana? Jangan-jangan ada sesuatu yang dikhawatirkannya?”

Selain dugaan pelecehan terhadap jurnalis, MR Siregar juga disorot karena kebijakannya merotasi PPL dan mengangkat koordinator tanpa mempertimbangkan dampaknya. Tindakan ini dianggap sewenang-wenang dan mencerminkan arogansi kekuasaan, mengingat kedekatan MR dengan Bupati.

Baca Juga:  Menuntut Keras Netral Dalam Pilkada 2024, Mahasiswa Se-Kota Malang Kecam Intervensi Aparat Pemerintah Yang Tidak Netral.

“Ia menganggap karena mempunyai hubungan dekat dengan Bupati, lantas seenaknya saja ia memindahkan, menjatuhkan atau mengangkat pegawai dinas pertanian,” ujar sumber anonim yang tidak ingin disebutkan namanya.

Berbagai elemen masyarakat sipil dan organisasi pers mengecam tindakan MR Siregar dan mendesak Bupati Asriludin Tambunan untuk bertindak tegas. Mereka menilai bahwa MR Siregar tidak hanya melanggar kode etik ASN dan UU Keterbukaan Informasi Publik, tetapi juga berpotensi menghambat program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Seorang ASN seperti MR diduga kuat sudah melanggar kode etik ASN serta melanggar UU keterbukaan informasi publik,” tegas salah seorang tokoh masyarakat.

Pelecehan terhadap profesi jurnalis dapat dijerat dengan Pasal 18 ayat 1 UU Pers No. 40 Tahun 1999, yang mengancam sanksi pidana. Oleh karena itu, berbagai pihak mendesak Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam untuk segera memeriksa keterlibatan MR Siregar dalam dugaan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum lainnya.

“Dengan kejadian ini diharapkan pihak kejaksaan negeri Lubuk Pakam segera memeriksa keterlibatan PLT Kabid PSP Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang MR Siregar, diduga kuat ada sesuatu yang tidak jelas dengan pekerjaannya,” pungkas seorang pengamat kebijakan publik.

Kasus ini menjadi ujian bagi kepemimpinan Bupati Asriludin Tambunan dalam menegakkan integritas dan profesionalisme di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Publik menanti langkah konkret dan tegas dari Bupati untuk merespons tuntutan yang semakin menguat ini.(HD)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Orang tua mahasiswa kecewa diduga oknum dosen Arsitektur USU intimidasi dan tolak mahasiswa ikut perkuliahan.
Kasus Dugaan Premanisme terhadap Anggota BRN di Pasuruan Naik Sidik, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah
Turut Merasakan Penderitaan Warga, Puspomad Bantu Masyarakat yang Terkena Banjir Bandang di wilayah Aceh Tamiang
Mobil Toyota Avanza Terbakar Hebat di SPBU Garegeh Bukittinggi, Dugaan Akibat Melangsir BBM
Ulama Gus Yazid Tertangkap TPPU Rp 20 Miliar – JAM Pidsus Harus Teliti Sampai Akhir, Tak Biarkan Pejabat Jateng Lolos!
Tindakan Reza Pahlevi Lubis ; Tantangan terhadap keputusan DPP Golkar , Khatar pecah belah di Sumut .
Aturan adalah aturan ; Ahmad Doli sebagai PLT Golkar Sumut adalah keputusan benar
Asefiesta 2025 Digelar Meriah – Festival Tari Serampang XII dan Kreasi Daerah Bakal Bawa Budaya Melayu Ke Dunia!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 10:07 WIB

Orang tua mahasiswa kecewa diduga oknum dosen Arsitektur USU intimidasi dan tolak mahasiswa ikut perkuliahan.

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:34 WIB

Kasus Dugaan Premanisme terhadap Anggota BRN di Pasuruan Naik Sidik, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah

Minggu, 28 Desember 2025 - 06:17 WIB

Turut Merasakan Penderitaan Warga, Puspomad Bantu Masyarakat yang Terkena Banjir Bandang di wilayah Aceh Tamiang

Sabtu, 27 Desember 2025 - 05:52 WIB

Mobil Toyota Avanza Terbakar Hebat di SPBU Garegeh Bukittinggi, Dugaan Akibat Melangsir BBM

Jumat, 26 Desember 2025 - 03:01 WIB

Ulama Gus Yazid Tertangkap TPPU Rp 20 Miliar – JAM Pidsus Harus Teliti Sampai Akhir, Tak Biarkan Pejabat Jateng Lolos!

Berita Terbaru