Program Alsintan Kementan Diduga Jadi Ladang Korupsi, Bupati Deli Serdang Diminta Bertindak!

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Spread the love

Program Alsintan Kementan Diduga Jadi Ladang Korupsi, Bupati Deli Serdang Diminta Bertindak!

 

Deli Serdang, Sumatera Utara , 22 /08/2025 / antara news.id

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program pembagian alat dan mesin pertanian (alsintan) yang digadang-gadang Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung ketahanan pangan nasional, kini menjadi sorotan tajam. Alih-alih menyejahterakan petani, program ini justru diduga menjadi ladang bisnis dan keuntungan sepihak, serta membuka celah korupsi yang merugikan negara.

Pembagian alsintan, yang meliputi traktor, rotavator, transplanter, pompa air, dan combine harvester, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani. Namun, implementasinya di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, jauh dari harapan dan menuai kecaman.

Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang didesak untuk segera melakukan audit dan evaluasi terhadap brigade pangan di wilayahnya. Pasalnya, sejumlah wilayah seperti desa karang gading , paluh manan , paluh kuro , Kecamatan hamparan perak dan desa Pematang Lalang diduga menerima bantuan alsintan, seperti combine harvester dan traktor roda empat yang diduga kuat tidak bisa dioperasikan diwilayahnya .

“Kenapa dipaksakan? Kementan melalui dinas pertanian diduga menghambur-hamburkan uang negara, alat itu mahal dan akan menjadi besi tua dan sekarang juga tidak bisa digunakan didaerah mereka , ” ujar sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya.

Bukti di lapangan menunjukkan bahwa beberapa daerah di Deli Serdang yang menerima bantuan alsintan dari brigade pangan tidak dapat mengoperasikan alat tersebut secara maksimal. Kondisi sawah yang berlumpur terlalu dalam atau berupa lahan gambut membuat alsintan tidak berfungsi optimal. Akibatnya, uang negara terbuang sia-sia.

Baca Juga:  Dugaan peredaran obat daftar G di Palopo dan Luwu Raya , Polres Palopo dan Polda Sulsel di minta lakukan pemeriksaan terhadap SHT .

Selain itu, banyak brigade pangan yang dibentuk di Kabupaten Deli Serdang belum maksimal dalam mengelola 200 hektar lahan sawah yang menjadi target program.

Hasil sewa alat alsintan diduga kuat hanya dipergunakan oleh para pengurus brigade untuk kepentingan pribadi. Manipulasi pembukuan juga disinyalir marak terjadi, akibat kurangnya pengawasan dan audit berkala dari dinas pertanian.

“Tidak jarang hubungan kekerabatan dan kedekatan antara pengurus brigade dan dinas pertanian memuluskan aksi mereka dalam menjalankan praktik kotornya,” ungkap sumber tersebut.

Masyarakat Deli Serdang mendesak Bupati Asriludin Tambunan untuk segera memerintahkan Dinas Pertanian Deli Serdang mengevaluasi bantuan alsintan yang telah diberikan kepada brigade pangan. Evaluasi ini bertujuan untuk menyelamatkan keuangan negara yang berpotensi diselewengkan.

“Bupati harus segera memeriksa dan mengaudit brigade mana yang sudah menjalankan program pengolahan 200 ha sawah, jangan biarkan uang negara diselewengkan .” Pungkas nara sumber .

Skandal dugaan korupsi alsintan ini menjadi tamparan keras bagi Kementan dan pemerintah Kabupaten Deli Serdang .Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pertanian harus ditegakkan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani .( HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilantik Pimpin Pokdarkamtibmas Halteng, Rosihan Anwar Ajak Masyarakat Rawat Keamanan Berlandaskan Fagogoru
KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Proyek Lapangan Mangkrak dan Berutang Rp95 Juta, Polda Papua dan Polres Mimika Didesak Seret ke pengadilan Ketua LSM 2PAM3 Berinisial TR!
MESKI KURANG ARMADA DAN ANGGOTA, PETUGAS KEBERSIHAN KELURAHAN TANJUNG MERDEKA TETAP LAYANI MASYARAKAT DENGAN BAIK
Kapolri Jenderal pol.Listyo Sigit Prabowo digantikan Komjen pol.Suyudi .
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:48 WIB

Dilantik Pimpin Pokdarkamtibmas Halteng, Rosihan Anwar Ajak Masyarakat Rawat Keamanan Berlandaskan Fagogoru

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:58 WIB

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau

Berita Terbaru