FGD Bahas Tuntas Penetapan Upah Minimum Sumut 2026: Pemerintah Diharapkan Intervensi Kebutuhan Pokok

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

FGD Bahas Tuntas Penetapan Upah Minimum Sumut 2026: Pemerintah Diharapkan Intervensi Kebutuhan Pokok

Medan / antara news.id

Pemerintah saat ini tengah mengkaji penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026. Semua pihak berharap agar penetapan UMP ini nantinya akan menciptakan suasana kondusif di Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Nasional (DPD SPN) Sumut, Ir. Anggiat Pasaribu, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bedah Tuntas Penetapan Upah Minimum Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026” yang diselenggarakan pada Rabu (15/10) di Le Polonia Hotel and Convention, Medan.

“Kita berharap agar penetapan upah dapat diterima oleh semua pihak, baik pekerja, pengusaha, maupun pemerintah. Kami berharap regulasi penetapan upah yang akan dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja dapat terlaksana dengan baik di Sumut dan tidak mengakibatkan perbedaan yang terlalu timpang antara pekerja dan pengusaha,” jelas Anggiat.

FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Ir. Yuliani Siregar, MAP; Direktur Intelkam Poldasu, Kombes Pol. Decky Hendarsono; Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, I Nyoman Suarjaya; serta para narasumber seperti Pengamat Buruh, Hawari, SH, MH; Pakar Hukum Ketenagakerjaan yang juga Wadek I Fakultas Hukum USU, Dr. Agusmidah, SH, MH; Sekretaris Eksekutif DPP Apindo Sumut, Bambang Hermanto, SH, MH; dan Ketua DPD KSPSI, CP Nainggolan, SE, MAP.

Anggiat Pasaribu, yang juga merupakan Ketua Panitia FGD, menyampaikan bahwa para pekerja melalui serikat pekerja (SP) dan serikat buruh (SB) mengharapkan kenaikan upah pada tahun 2026 berada di angka 8,5% hingga 10,5%. Namun, angka ini dinilai cukup memberatkan bagi pengusaha.

Baca Juga:  ASPEGASS Berharap Pemerintah Terus Salurkan Jagung SPHP

“Perbedaan pandangan inilah yang kita bahas dalam FGD ini. Perbedaan itu hal yang lumrah. Harapan kami, apabila kenaikan upah tidak sesuai dengan keinginan buruh, negara harus hadir dan bisa mengintervensi stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak naik. Apabila upah yang diterima cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, dan harga kebutuhan pokok stabil, maka tidak akan menjadi masalah,” ujarnya.

Direktur Intelkam Poldasu, Kombes Pol. Decky Hendarsono, dalam sambutannya menekankan pentingnya kondusivitas dalam setiap keputusan terkait upah. “Pada prinsipnya, kita menginginkan kondusivitas. Mudah-mudahan tercapai apa yang menjadi keinginan semua pihak. Para pengusaha bisa menciptakan iklim usaha yang baik, dan para pekerja bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan lebih baik lagi,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Ir. Yuliani Siregar, MAP, menyampaikan harapannya agar FGD ini, serta berbagai pertemuan pembahasan upah yang telah dilakukan oleh Pemprovsu, serikat pekerja, buruh, dan pengusaha, dapat mencegah terjadinya gejolak saat penetapan upah oleh pemerintah pusat.

“FGD ini sudah beberapa kali kita lakukan. Harapannya, dari Sumut tidak ada lagi keributan jika upah sudah ditetapkan dari Pemerintah Pusat. Kita juga sudah berulang kali bertemu untuk berkoordinasi dengan buruh dan pengusaha mengenai kemungkinan kenaikan upah nantinya,” jelasnya.

Salah seorang narasumber, Pakar Hukum Ketenagakerjaan Dr. Agusmidah, SH, MH, menjelaskan bahwa di Indonesia, istilah kenaikan upah sebenarnya lebih tepat disebut sebagai penyesuaian terhadap kenaikan harga-harga bahan pokok.

“Faktor utama penentu upah minimum di antaranya adalah kondisi ekonomi suatu negara, peran serikat pekerja dan negosiasi kolektif, serta perbedaan regional dan sektoral,” ungkapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Residivis di Mangkubumi Diduga Kembali Edarkan “Pod Getar”, Warga Desak Polisi Turun Tangan
DPD PKN Kota Medan Meminta Walikota Medan untuk mencopot Kadis Perkimcikataru
Skandal Oknum PPPK Paruh Waktu SDABMBK Kota Medan: Diduga Jadi “Tukang Kutip” dan Atur Paket Proyek, Rekanan Lini Bina Marga Menjerit!
Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit
Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa, S.H., M.H., CPM.Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara
Ijin PBG kandang ayam petelur di Paluh Sibaji diduga palsu , uang 1,1 miliar raib .
Soal Dugaan Pelatihan Pilates Non Prosedural, Pihak Naya Pilates Angkat Bicara
Tokoh Pemuda Karo Pimpin DPD II Pemuda Karya Nasional Kota Medan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 03:33 WIB

Residivis di Mangkubumi Diduga Kembali Edarkan “Pod Getar”, Warga Desak Polisi Turun Tangan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:06 WIB

DPD PKN Kota Medan Meminta Walikota Medan untuk mencopot Kadis Perkimcikataru

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Skandal Oknum PPPK Paruh Waktu SDABMBK Kota Medan: Diduga Jadi “Tukang Kutip” dan Atur Paket Proyek, Rekanan Lini Bina Marga Menjerit!

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa, S.H., M.H., CPM.Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara

Berita Terbaru