Seorang ASN Diduga Menjadi Salah Seorang Inisiator Perambah Hutan Kawasan Di Kabupaten Tebo

- Penulis

Minggu, 3 November 2024 - 02:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Seorang ASN Diduga Menjadi Salah Seorang Inisiator Perambah Hutan Kawasan Di Kabupaten Tebo

Tebo /Antara News.id

Perambahan hutan yang terjadi di Kabupaten tebo saat ini sudah sangat marak, bahkan mungkin sudah mencapai ribuan atau ratusan ribu Hektar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan ini tentu tidak terjadi begitu saja, masyarakat yang datang karena melihat para pendahulu terlihat aman-aman saja sebab itu mereka berani pula merambah, namun banyak dari para perambah hanya sekedar bertujuan memenuhi kebutuhan hidup.

Lain hal dengan perkara yang terjadi di salah satu wilayah Desa balai Rajo, Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo, jambi. Yang diduga sebagai perambah, bahkan bisa dikatakan sebagai inisiator para perambah disekitarnya yang diketahui adalah salah seorang ASN yang menjadi dosen fakultas teknik mesin di Universitas Sumatera Utara(USU) sebagai asisten ahli dengan nama Achmad Husein Siregar, ST, M.Sc, NIP: 197906292014041001, NIDN: 0029067912

Sejak tahun 2013 lalu Ahmad Husein Siregar yang kerap disapa husen, diduga telah robohkan hutan kawasan seluas 300 Hektar dengan dalih telah membeli hutan kepada beberapa orang putra daerah dan ditanami dengan tanaman kelapa sawit yang jelas sangat dilarang oleh undang-undang.

Dampak dari persoalan tersebut, masyarakat ikut ikutan merambah hutan karena melihat dulunya hutan seluas 300 H berubah menjadi perkebunan sawit oleh Husen aman aman saja apa lagi mereka yang hanya beberapa Hektar.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Kompol DK Laporkan Dua Pemuda Cemarkan Nama Baik

Seperti yang disampaiakn oleh salah seorang petani berinisial Y, “Saya berani berkebun disini karna melihat semuanya aman-aman saja, coba tengok itu (menunjuk ke areal kebun husen) dulunya 300 H hutan yang dirobohkan nyatanya aman-aman saja, kami disini hanya membuka secukupnya untuk bertahan hidup saja” paparnya kepada kami.

Pairus selaku mantan pengurus kebun husen tersebut juga mengaku dan membenarkan bahwa Hutan yang dirobuhkan oleh husen Seluas kurang lebih 300 H, pengakuan dari husen sendiri kata pairus.

‘Kalo menurut pengakuan Husen memang 300H, mulai penumbangan pada tahun 2013 saya tau nya dari pengakuan Husen Sendiri, pengurus-pengurus sebelumnya juga bilang begitu’. Jelas pairus kepada media ini

Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga sebagai seorang dosen telah diduga keras melakukan perambahan hutan, tentu ini adalah pelanggaran, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Kehutanan (UUK) NOMOR 41 TAHUN 1999, BAB V tentang pengelolaan hutan, Sanksi dalam BAB XIV Tentang Sanksi Pidana dan BAB XV Tentang Ganti Rugi dan sanksi Administratif.

Kami mohon kepada pihak terkait agar segera menangani persoalan tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN
PARKIR DIDUGA MELUBER KE BADAN JALAN, KANTOR IMIGRASI KELAS II DISOROT! KAPOLDA SULUT DAN KAPOLRES BITUNG DIMINTA TURUN TANGAN, JANGAN ADA PEMBIARAN!
Gerebek Dua Lokasi di Tanjung Morawa, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 3 Terduga Pengedar Sabu, 12 Gram Lebih Barang Bukti Disita
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
GSN Polresta Deli Serdang Sasar Kualanamu, 4 Pria Positif Narkoba Diamankan, Sosok Amok Diburu Polisi
Kecewa Atas Kinerja Polrestabes Medan, Pelapor Akan Menggelar Aksi Bersama Kaum Ibu Di Mapolrestabes Medan
Kanopan Ulu Estate Kumpulkan 65 Kantong Darah, Antusiasme Karyawan dan Masyarakat Kian Meningkat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:58 WIB

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:23 WIB

PARKIR DIDUGA MELUBER KE BADAN JALAN, KANTOR IMIGRASI KELAS II DISOROT! KAPOLDA SULUT DAN KAPOLRES BITUNG DIMINTA TURUN TANGAN, JANGAN ADA PEMBIARAN!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Gerebek Dua Lokasi di Tanjung Morawa, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 3 Terduga Pengedar Sabu, 12 Gram Lebih Barang Bukti Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru