SKANDAL JUAL BELI TRAKTOR BANTUAN KEMENTAN MENGGUNCANG DELI SERDANG!

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Spread the love

SKANDAL JUAL BELI TRAKTOR BANTUAN KEMENTAN MENGGUNCANG DELI SERDANG!

Deli Serdang / antara news.id

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Praktik jual beli alat mesin pertanian (alsintan) kembali mencoreng wajah dunia pertanian Indonesia. Informasi mengejutkan datang dari Desa Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, di mana dua warga diduga kuat terlibat dalam transaksi jual beli traktor TR 4 ilegal yang bersumber dari bantuan Kementerian Pertanian Provinsi Aceh.

Seorang sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada awak media pada 20 Agustus 2025, pada pukul 22.00 wib , bahwa praktik haram ini melibatkan oknum ketua kelompok tani dari Percut. “Bang, ada transaksi jual beli traktor dari dinas pertanian di desa kami, agennya ketua kelompok tani dari Percut,” ujarnya melalui handphone .

Ketika dikonfirmasi mengenai harga dan dalang di balik praktik ini, sumber tersebut membeberkan, “Harga yang saya dengar 150 juta per unit, bang. Agennya berinisial FD, dia ketua kelompok tani dari Percut. Dia sendiri yang bilang kepada saya kalau alat ini dari dia .”

Modus operandi yang digunakan terbilang licik, yaitu dengan dalih sewa alat selama 10 tahun. “Sangat tidak masuk akal, yang punya alat mau menyewakan alat traktornya kepada orang lain selama 10 tahun. Ini benar-benar pembodohan terhadap masyarakat dan penegak hukum,” tegas sumber tersebut.

Baca Juga:  Dansatrol Kodaeral VIII Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Lanjut , ditempat terpisah , Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, telah berulang kali menegaskan bahwa alsintan yang diberikan pemerintah tidak boleh diperjualbelikan atau disewakan dengan harga tinggi dan jangka waktu lama. Bantuan tersebut merupakan aset negara yang dititipkan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas.

Menjual aset negara adalah tindakan melawan hukum yang dapat dijerat dengan berbagai pasal, termasuk Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan atau Pasal 486 UU 1/2023 (KUHP baru), serta pasal-pasal lain yang relevan dengan tindak pidana terhadap aset negara atau kerugian negara seperti Pasal 406 KUHP tentang Perusakan Barang Milik Orang Lain. Pelaku juga dapat dikenakan pasal tambahan terkait pemberatan jika ada unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain, bahkan dapat dijerat dengan undang-undang khusus tentang tindak pidana korupsi jika melibatkan pejabat publik.

Orang yang membantu menjualbelikan aset negara juga dapat dikenakan sanksi pidana, seperti Pasal 56 KUHP atau Pasal 50 UU 1/2023 tentang ikut serta melakukan kejahatan, Pasal 372 KUHP atau Pasal 486 UU 1/2023 tentang penggelapan, dan Pasal 591 UU 1/2023 tentang penadahan barang hasil kejahatan.

Dengan adanya temuan ini, diharapkan aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian, dapat bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini. Para pelaku yang diduga kuat hanya mencari keuntungan sepihak harus segera dibawa ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.( HD )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PARKIR DIDUGA MELUBER KE BADAN JALAN, KANTOR IMIGRASI KELAS II DISOROT! KAPOLDA SULUT DAN KAPOLRES BITUNG DIMINTA TURUN TANGAN, JANGAN ADA PEMBIARAN!
Kanopan Ulu Estate Kumpulkan 65 Kantong Darah, Antusiasme Karyawan dan Masyarakat Kian Meningkat
Isu Limbah Dibantah Fakta: Parit di Sekitar CV Koranda Food Terpantau Jernih, Warga Akui Dampak Positif
Penerangan Hukum Kejaksaan Negeri Bitung Hadir di Kecamatan Aertembaga
Codet dan Aan Gelar Perjudian Laga Ayam di Kota Binjai, Polisi Diduga Tutup Mata
Staff PT.Smart Tbk Kebun Padang Halaban Gelar Jumat Berkah, Salurkan 43 Paket Sembako Ke Kaum Dhuafa
Tokoh Desa Kuta Tengah mengajak masyarakat untuk bersedia di evakuasi demi menjaga keselamatan bersama.
Jabat Dirkrimsus Polda Babel, DPW PW FRN Sumut Ucapkan Selamat Pada Kombes Pol. Dwi Agung Setiyono
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:23 WIB

PARKIR DIDUGA MELUBER KE BADAN JALAN, KANTOR IMIGRASI KELAS II DISOROT! KAPOLDA SULUT DAN KAPOLRES BITUNG DIMINTA TURUN TANGAN, JANGAN ADA PEMBIARAN!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Kanopan Ulu Estate Kumpulkan 65 Kantong Darah, Antusiasme Karyawan dan Masyarakat Kian Meningkat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:06 WIB

Isu Limbah Dibantah Fakta: Parit di Sekitar CV Koranda Food Terpantau Jernih, Warga Akui Dampak Positif

Senin, 21 September 2026 - 09:37 WIB

Penerangan Hukum Kejaksaan Negeri Bitung Hadir di Kecamatan Aertembaga

Sabtu, 19 September 2026 - 16:53 WIB

Codet dan Aan Gelar Perjudian Laga Ayam di Kota Binjai, Polisi Diduga Tutup Mata

Berita Terbaru