Merasakan Derita Ganda: Banjir Menggenangi Medan, Kelangkaan BBM Malah Menimpa Bahkan Wilayah Tak Terdampak
Warga Klambir Lima dan Tanjung Gusta Belum Dapat Bantuan, Anak-Anak Kelaparan Tanpa Tenda Pengungsian
MEDAN, 28 November 2025 / antara news.id
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penderitaan warga Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang yang terkena dampak banjir semakin bertambah berat. Setelah rumah-rumah terendam air, kini masyarakat harus menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, bahkan di wilayah yang tidak terkena banjir. Keadaan ini membuat perekonomian masyarakat yang sudah lumpuh semakin tertekan, sementara bantuan dari pemerintah masih belum tersentuh di beberapa daerah parah.
Keluhan tentang kelangkaan BBM disampaikan Ketua Umum LSM GEMPUR, Bagus Abdul Halim, SE, kepada awak media. Ia menegaskan kekhawatiran akan kondisi yang tidak masuk akal, di mana SPBU di wilayah terdampak banjir yang tutup atau tidak bisa melayani masih bisa dipahami, tetapi yang membuat heran adalah SPBU di wilayah yang aman juga tidak memiliki stok Pertalite.

“Jika memang wilayah terdampak banjir kemarin SPBU masih tutup atau pun tidak bisa melayani masyarakat dalam jual beli BBM bisa kita pahami, tetapi ini wilayah yang tidak terdampak malah ikut-ikutan tidak bisa melayani konsumen dalam menjual BBM jenis Pertalite, ada apa?” tegas Bagus.
Selain itu, Bagus juga menyoroti kelambatan Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang dalam menanggapi bencana banjir. Menurutnya, masih banyak daerah yang terendam air namun belum mendapatkan bantuan apapun. Khususnya di wilayah Klambir Lima dan Tanjung Gusta, warga mengaku terlantar tanpa makanan dan tempat tinggal sementara.
Ibu Eti, salah satu warga Klambir Lima, mengungkapkan kesusahan yang dialaminya. “Sampai sekarang kami belum mendapatkan bantuan apapun, dari semalam kami belum makan, baru tadi siang la kami baru bisa beli nasi. Kasihan anak-anak kami, perhatian pemerintah juga belum ada masuk,” ujarnya dengan nada sedih.
Di kedua daerah tersebut, tidak terlihat satupun tenda pengungsian untuk warga yang rumahnya masih terendam banjir. Kondisi ini membuat warga terpaksa bertahan di tempat yang tidak layak, sementara kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan sangat sulit diperoleh.
Bagus berharap Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang segera bertindak cepat untuk mengayomi warga terdampak. Selain itu, ia juga menuntut agar masalah kelangkaan BBM segera diselesaikan, agar distribusi barang kebutuhan pokok tidak terhambat dan beban masyarakat bisa dikurangi.
“Harap pemerintah segera perduli dan menurunkan bantuan ke daerah-daerah yang paling parah terdampak banjir. Juga selesaikan masalah BBM ini, karena tanpa BBM, semua aktivitas akan terhenti dan penderitaan warga akan semakin bertambah,” pinta Bagus. ( HD)















