Musda XI Golkar Sumut 2026 Diwarnai Kericuhan, Panitia dan Pihak yang Bersangkutan Harus Bertanggung Jawab Total

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Spread the love

Musda XI Golkar Sumut 2026 Diwarnai Kericuhan, Panitia dan Pihak yang Bersangkutan Harus Bertanggung Jawab Total

 

Medan, 02 Februari 2026 / antara news.id

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Hotel JW Marriott Medan pada Minggu (01/02/2026) sempat terganggu oleh insiden kericuhan yang sangat memprihatinkan. Sebelumnya, acara yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi internal dan pemilihan kepemimpinan masa depan justru menunjukkan sisi yang sangat memalukan dari demokrasi internal partai.

 

Fakta Akurat Insiden

Insiden dimulai sekitar pukul 14.40 WIB di area pintu masuk hotel, kemudian meluas ke jalan raya sekitar lokasi seperti Jalan Yos Sudarso dan Jalan Putri Hijau. Dua kelompok massa yang mengenakan atribut partai Golkar terlihat saling berhadapan, bahkan ada yang melemparkan petasan dan membawa kayu serta bambu. Kericuhan juga terjadi di lobi hotel setelah menyebar dari area forum Musda.

Menurut Sekretaris Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Sumut Muhammad Asril, kericuhan tidak terjadi di dalam ruang sidang, namun muncul karena adanya individu yang bukan peserta atau peninjau resmi namun berusaha mengikuti jalannya sidang. Saat memasuki tahapan sidang paripurna, panitia meminta pihak luar untuk menyesuaikan diri, yang kemudian memicu gesekan. Situasi akhirnya dapat dikendalikan oleh aparat keamanan dalam waktu sekitar 10 menit, dan acara pun kembali berjalan hingga akhirnya Andar Amin Harahap terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Sumut periode 2025-2030 secara aklamasi. Sebanyak 144 personel kepolisian awalnya ditempatkan, dan kemudian ditambah dengan 47 personel Sabhara dan 30 personel Brimob Polda Sumut untuk antisipasi gangguan lanjutan.

 

Kritik yang Tegas

 

Kericuhan ini adalah sebuah kegagalan besar yang tidak bisa diterima dalam sebuah proses politik internal partai yang mengaku sebagai kekuatan politik besar di Indonesia. Panitia pelaksana Musda memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan keselamatan dan kelancaran acara, namun tampaknya ada kekurangan dalam pengelolaan akses masuk, pengamanan, serta antisipasi dinamika internal yang mungkin muncul. Menganggap kericuhan semacam ini sebagai “dinamika biasa” adalah sikap yang sangat meremehkan dan tidak bertanggung jawab, karena setiap bentuk kekerasan dan gangguan ketertiban adalah sebuah kegagalan yang harus dihindari dengan segala cara.

Selain itu, pihak-pihak yang menggerakkan massa untuk melakukan tindakan tidak terkontrol juga harus dipertanggungjawabkan secara tegas. Kader dan pendukung partai seharusnya mampu menyampaikan aspirasi dan perbedaan pendapat melalui mekanisme yang benar dan sesuai aturan, bukan dengan cara yang mengganggu ketertiban dan mengancam keselamatan orang lain.

Baca Juga:  Kementan Gelontorkan Rp 22,38 Triliun untuk Swasembada Pangan 2026, Deli Serdang Siap Jadi Contoh Sukses

 

Tanggung Jawab yang Harus Dipikul

 

1. Panitia Pelaksana Musda: Sebagai penyelenggara, panitia harus bertanggung jawab atas kekurangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengamanan, serta pengelolaan akses masuk yang tidak ketat. Mereka juga harus melakukan evaluasi mendalam dan memberikan klarifikasi yang transparan terkait insiden ini, termasuk mengambil langkah-langkah hukum jika ditemukan ada kelalaian atau kesalahan dalam penyelenggaraan.

2. Pihak yang Menggerakkan Massa: Individu atau kelompok yang bertanggung jawab atas kericuhan harus diidentifikasi dan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan partai dan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada kebijaksanaan atau pembiaran terhadap mereka yang menggunakan cara-cara tidak benar untuk mencapai tujuan.

3. Pimpinan Partai Golkar Sumut dan Pusat: Pimpinan partai juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa proses Musda berjalan dengan baik dan tidak terjadi gangguan. Mereka harus mengambil sikap tegas dan melakukan tindakan korektif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

 

Peran dan Tanggung Jawab Panitia Pelaksana Musda

– Merencanakan dan Menyelenggarakan Acara: Menyusun jadwal, menentukan lokasi, menyusun anggaran, dan memastikan semua tahapan Musda berjalan sesuai dengan Aturan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

– Mengelola Akses dan Keamanan: Memastikan hanya peserta dan pihak yang berwenang yang dapat masuk ke area acara, serta menjaga ketertiban dan keselamatan semua peserta dan masyarakat sekitar.

– Memfasilitasi Proses Musyawarah dan Pemilihan: Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk jalannya musyawarah dan pemilihan kepemimpinan, serta memastikan proses tersebut berjalan secara adil, transparan, dan sesuai aturan.

– Mengkomunikasikan Informasi: Memberikan informasi yang jelas dan akurat terkait pelaksanaan Musda kepada seluruh kader, pendukung, dan masyarakat.

– Menangani Masalah dan Konflik: Antisipasi dan menangani segala bentuk masalah atau konflik yang mungkin muncul selama pelaksanaan acara dengan cara yang tepat dan sesuai aturan.

Dalam kasus Musda Golkar Sumut kali ini, panitia jelas belum mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan maksimal, terutama dalam hal mengelola keamanan dan antisipasi konflik.

Partai Golkar sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia harus mampu memberikan contoh yang baik dalam menjalankan demokrasi internalnya. Kericuhan yang terjadi pada Musda Sumut ini adalah sebuah peringatan yang keras bahwa perlu ada perbaikan yang signifikan dalam tata kelola dan kultur politik internal partai. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan partai dapat belajar dari kesalahan yang telah terjadi. ( HD)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi Perkuat Pemberitaan Berkualitas, DPW APPI Sumatera Utara Silaturahmi ke Fraksi PDIP DPRD Kota Medan
Kapolres Bitung Dampingi Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri
Mora Harahap Resmi Kembalikan Berkas Caketum BM PAN 2026–2031
Ketua Umum APPI Ade Julhaidir, CFLE Prihatin Atas Vonis 18 Tahun Penjara terhadap Nadiem Makarim
Gubernur Sulut Tak Tampak Dampingi Presiden Prabowo di Miangas, Publik Soroti Kunjungan Kerja Kepala Negara
DPW A–PPI Sumut kecolongan , video viral Kompol DK beredar luas . Diduga kuat sarat kepentingan pribadi.
Viral !! Mantan Kanit Narkoba malah pakai  ‘ POD getar ‘ diduga mengandung zat narkotika bersama wanita di tempat umum .
Bupati Labusel Fery Syahputra Simatupang di kukuhkan sebagai Ketua umum Toga Simatupang.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:04 WIB

Sinergi Perkuat Pemberitaan Berkualitas, DPW APPI Sumatera Utara Silaturahmi ke Fraksi PDIP DPRD Kota Medan

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:43 WIB

Kapolres Bitung Dampingi Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Minggu, 17 Mei 2026 - 02:54 WIB

Mora Harahap Resmi Kembalikan Berkas Caketum BM PAN 2026–2031

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WIB

Gubernur Sulut Tak Tampak Dampingi Presiden Prabowo di Miangas, Publik Soroti Kunjungan Kerja Kepala Negara

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:30 WIB

DPW A–PPI Sumut kecolongan , video viral Kompol DK beredar luas . Diduga kuat sarat kepentingan pribadi.

Berita Terbaru

Nasional

Mora Harahap Resmi Kembalikan Berkas Caketum BM PAN 2026–2031

Minggu, 17 Mei 2026 - 02:54 WIB