👉🏻 ( Toba)- 👉🏻 Horas dan Maulite Godang :
👉🏻 HORAS……HORAS……HORAS!
Sabtu, 06 Maret 2010
ASAL-USUL MARGA BATAK
Asal – Usul Marga Batak
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Antara news id 
Indonesia mempunyai beragam suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satunya adalah suku Batak yang bermukim di Pulau Sumatra. Pulau Sumatra ini mempunyai luas 71.680 km². Dan beribukota di Medan. Pulau Sumatra berbatasan dengan Provinsi DI Aceh dan selat Malaka, timur Selat Malaka, selatan Provinsi Sumatra Barat dan Riau, barat Samudera Indonesia.
Kebanyakkan suku Batak tinggal di Kota Medan, karena Medan merupakan kota terbesar di Pulau Sumatra dengan penduduk 2,3 juta jiwa.
Sejarah Suku Batak
Orang Batak selalu dikenal dengan marganya. Marga ini merupakan simbol bagi keluarga Batak. Karena marga diperoleh dari garis keturunan ayah, yang akan terus-menerus diturunkan kepada penerusnya.
Asal – Usul Marga
Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea mempunyai istri bernama Si Boru Baso Burning dan memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri.
Putra :
Si Raja Biak-Biak.
Tuan SaribuRaja.
Limbong Mulana.
Sagala Raja.
Malau Raja.
Putri :
Si Boru Pareme, kawin dengan Tuan SaribuRaja.
Si Boru Anting Sabungan, kawin dengan Tuan SorimangaRaja, putra Raja Isumbaon.
Si Boru Biding Laut, juga kawin dengan Tuan SorimangaRaja.
Si Boru Nan Tinjo, tidak kawin.
Sementara itu Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yaitu, Tuan SorimangaRaja, Si Raja Asiasi, dan Sangkar Somalindang.
1. SaribuRaja dan Marga-marga Keturunannya
SaribuRaja adalah nama putra kedua dari Guru Tatea Bulan. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama Si Boru Pareme dilahirkan marpohas (anak kembar berlainan jenis).
Mula-mula SaribuRaja kawin dengan Nai Margiring Laut, dan melahirkan seorang putra yang bernama Raja Iborboron (Borbor). Tetapi kemudian Si Boru Pareme menggoda abangnya SaribuRaja, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest. Karena saudara-saudara yang lainnya tidak suka, maka SaribuRaja pergi mengembara ke hutan dengan meninggalkan Si Boru Pareme dalam keadaan hamil. Ketika Si Boru Pareme akan melahirkan, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara. Di sana dia bertemu dengan SaribuRaja yang sudah mempunyai “istri” seekor harimau betina.
Si Boru Pareme melahirkan seorang putra yang bernama Si Raja Lontung. Dari istrinya sang harimau, SaribuRaja memperoleh putra yang bernama Si Raja Babiat. di kemudian hari Si Raja Babiat mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga BayoAngin.
A. Si Raja Lontung
Putra pertama dari Tuan SaribuRaja ini mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu :
Putra :
Tuan Sinaga Raja keturunannya bermarga Sinaga.
Situmorang, keturunannya bermarga Situmorang.
Pandiangan, keturunannya bermarga Pandiangan.
Toga Nainggolan, keturunannya bermarga Nainggolan.
Simatupang, keturunannya bermarga Simatupang.
Aritonang, keturunannya bermarga Aritonang.
Siregar, keturunannya bermarga Siregar.
Putri :
Si Boru AnakPandan, kawin dengan Toga Sihombing.
Si Boru Panggabean, kawin dengan Toga Simamora. 😎🙏🏻🤝🏻
.👉🏻 Dari keturunan SINAGA, lahir marga-marga cabang Simankorang, Simandalahi, Barutu.
Dari keturunan SITUMORANG, lahir marga-marga cabang Lumban Pande, Lumban Nahor, SuhutNihuta, SiringoRingo, Sitohang, Rumapea, Padang, Solin.
Dari keturunan PANDIANGAN, lahir marga-marga cabang Samosir, Gultom, PakPahan, Sidari, Sitinjak, Harianja.
Dari keturunan NAINGGOLAN, lahir marga-marga cabang Rumahombar, Parhusip, Bautbara, Lumabn Tungkup, Lumban Siantar, Hutabalian, Lumban Raja, Pusuk, Buaton, Nahulae.
Dari keturunan SIMATUPANG lahir marga-marga cabang Togatorop (SiTogatorop), Sianturi, Siburian.
Dari keturunan ARITONANG, lahir marga-marga cabang Ompu Sunggu, RajaGukguk. Simaremare.
Dari keturunan SIREGAR, lahir marga-marga cabang Silo, Dongaran, Silali, Siagian, Ritonga, Sormin.
B. Si Raja Borbor
Putra kedua dari Tuan SaribuRaja, dilahirkan oleh Nai Margiring Laut. Semua keturunannya disebut marga BORBOR.
Cucu RAJA BORBOR yang bernama DATU TALADIBABANA (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :
1. Datu Dalu (Sahangmaima).
2. Sipahutar, keturunannya bermarga Sipahutar.
3. Harahap, keturunannya bermarga Harahap.
4. Tanjung, keturunannya bermarga Tanjung.
5. Datu Pulungan, keturunannya bermarga Pulungan.
6. Simargolang, keturunannya bermarga Simargolang.
Keturunan DATU DALU melahirkan marga-marga berikut :
a. Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat.
b. Tinendang, Tangkar.
c. Matondang.
d. Saruksuk.
e. Tarihoran.
f. Parapat.
g. RANGKUTI.
Keturunan DATU PULUNGAN melahirkan marga-marga LUBIS dan HUTASUHUT.
2. LIMBONG MULANA dan Marga-marga Keturunannya
Limbong Mulana adalah putra ketiga dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga Limbong. Dia mempunyai 2 orang putra, yaitu PALU ONGGANG dan LANGGAT LIMBONG. Putra dari LANGGAT LIMBONG ada 3 orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga SIHOLE dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga HABEAHAN. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu LIMBONG.
3. SAGALA RAJA
Putra keempat dari Guru Tatea Bulan. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga SAGALA.
4. LAU RAJA dan Marga-marga Keturunannya
LAU RAJA adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga MALAU. Dia mempunyai 4 orang putra, yaitu :
a. Pase Raja, keturunannya bermarga Pase
b. Ambarita, keturunannya bermarga Ambarita.
c. Gurning, keturunannya bermarga Gurning.
d. Lambe RajaA, keturunannya bermarga Lambe.
Salah seorang keturunan LAU RAJA diberi nama MANIK RAJA, yang kemudian menjadi asal-usul lahirnya marga MANIK.
👉🏻 Tuan SorimangaRaja dan Marga-marga Keturunannya
Tuan SorimangaRaja adalah putra pertama dari Raja Isumbaon. Dari ketiga putra Raja Isumbaon, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :
a. Si Boru Anting Malela (NAI RASAON), putri dari Guru Tatea Bulan.
b. Si Boru Biding Laut (NAI AMBATON), juga putri dari Guru Tatea Bulan.
c. Si Boru Sanggul Haomasan (NAI SUANON).
Si Boru Anting Malela melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Djulu (OMPU RAJA NABOLON), gelar NAI AMBATON.
Si Boru Biding Laut melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Dijae (RAJA MANGARERAK), gelar NAI RASAON.
Si Boru Sanggul Haomasan melahirkan putra yang bernama Tuan Sorbadibanua, gelar NAI SUANON.
NAI AMBATON (TUAN SORBA DJULU/OMPU RAJA NABOLON)
Nama (gelar) putra sulung TUAN SORIMANGARAJA lahir dari istri pertamanya yang bernama NAI AMBATON. Nama sebenarnya adalah OMPU RAJA NABOLON, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga NAI AMBATON menurut nama ibu leluhurnya.
NAI AMBATON mempunyai 4 orang putra, yaitu :
a. SIMBOLON TUA, keturunannya bermarga SIMBOLON.
b. TAMBA TUA, keturunannya bermarga TAMBA.
c. SARAGI TUA, keturunannya bermarga SARAGI.
d. MUNTE TUA, keturunannya bermarga MUNTE (MUNTE, NAI MUNTE, atau DALIMUNTE).
Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan Abang ( aq). Satria Ferdian Reza Risanto- Daniel- Joseph Sinaga Raja Bonor Pande Asli Batak Toba dan Tinggal di Kota Semarang :
a. Dari SIMBOLON : TINAMBUNAN, TUMANGGOR, MAHARAJA, TURUTAN, NAHAMPUN, PINAYUNGAN. Juga marga-marga BERAMPU dan PASI.
b. Dari TAMBA : SIALLAGAN, TOMOK, SIDABUTAR, SIJABAT, GUSAR, SIADARI, SIDABOLAK, RUMAHORBO, NAPITU.
c. Dari SARAGI : SIMALANGO, SAING, SIMARMATA, NADEAK, SIDABUNGKE.
d. Dari MUNTE : SITANGGANG, MANIHURUK, SIDAURUK, TURNIP, SITIO, SIGALINGGING.
Keterangan lain mengatakan bahwa NAI AMBATON mempunyai 2 orang putra, yaitu SIMBOLON TUA dan SIGALINGGING. SIMBOLON TUA mempunyai 5 orang putra, yaitu SIMBOLON, TAMBA, SARAGI, MUNTE, dan NAHAMPUN.
Walaupun keturunan NAI AMBATON sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antar sesama marga keturunan NAI AMBATON.
Catatan mengenai OMPU BADA, menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W. Hutagalung, OMPU BADA tersebut adalah keturunan NAI AMBATON pada sundut kesepuluh.
Menurut keterangan dari salah seorang keturunan OMPU BADA (MPU BADA) bermarga GAJAH, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut :
a. MPU BADA ialah asal-usul dari marga-marga TENDANG, BUNUREA, MANIK, BERINGIN, GAJAH, dan BARASA.
b. Keenam marga tersebut dinamai SIENEMKODIN (Enem = enam, Kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan MPU BADA pun dinamai SIENEMKODIN.
c. MPU BADA bukan keturunan NAI AMBATON, juga bukan keturunan SI RAJA BATAK dari Pusuk Buhit.
d. Lama sebelum SI RAJA BATAK bermukim di Pusuk Buhit, OMPU BADA telah ada di tanah Dairi. Keturunan MPU BADA merupakan ahli-ahli yang trampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.
e. Keturunan MPU BADA menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara-saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah Dairi dan Tapanuli bagian barat.
👉🏻 NAI RASAON (RAJA MANGARERAK)
Nama (gelar) putra kedua dari TUAN SORIMANGARAJA, lahir dari istri kedua TUAN SORIMANGARAJA yang bernama NAI RASAON. Nama sebenarnya ialah RAJA MANGARERAK, tetapi hingga sekarang semua keturunan RAJA MANGARERAK lebih sering dinamai orang NAI RASAON.
RAJA MANGARERAK mempunyai 2 orang putra, yaitu RAJA MARDOPANG dan RAJA MANGATUR. Ada 4 marga pokok dari keturunan RAJA MANGARERAK :
a. Dari RAJA MARDOPANG, menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga SITORUS, SIRAIT, dan BUTAR BUTAR.
b. Dari RAJA MANGATUR, menurut nama putranya, TOGA MANURUNG, lahir marga MANURUNG.
Marga PANE adalah marga cabang dari SITORUS.
NAI SUANON (TUAN SORBADIBANUA)
Nama (gelar) putra ketiga dari TUAN SORIMANGARAJA, lahir dari istri ketiga TUAN SORIMANGARAJA yang bernama NAI SUANON. Nama sebenarnya ialah TUAN SORBADIBANUA, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai TUAN SORBADIBANUA.
TUAN SORBADIBANUA mempunyai 2 orang istri dan memperoleh 8 orang putra.
Dari istri pertama (putri SARIBURAJA) :
a. SI BAGOT NI POHAN, keturunannya bermarga POHAN.
b. SI PAET TUA.
c. SI LAHI SABUNGAN, keturunannya bermarga SILALAHI.
d. SI RAJA OLOAN.
e. SI RAJA HUTA LIMA.
Dari istri kedua (BORU SIBASOPAET, putri Mojopahit) :
a. SI RAJA SUMBA.
b. SI RAJA SOBU.
c. TOGA NAIPOSPOS, keturunannya bermarga NAIPOSPOS.
Keluarga TUAN SORBADIBANUA bermukim di Lobu Parserahan – Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, TUAN SORBADIBANUA menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata SI RAJA HUTA LIMA terkena oleh lembing SI RAJA SOBU. Hal tersebut mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh TUAN SORBADIBANUA. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang 3 orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki gunung Dolok Tolong sebelah barat.
Keturunana TUAN SORBADIBANUA berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Keturunan SI BAGOT NI POHAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. TAMPUBOLON, BARIMBING, SILAEN.
b. SIAHAAN, SIMANJUNTAK, HUTAGAOL, NASUTION.
c. PANJAITAN, SIAGIAN, SILITONGA, SIANIPAR, PARDOSI.
d. SIMANGUNSONG, MARPAUNG, NAPITUPULU, PARDEDE.
Keturunan SI PAET TUA melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. HUTAHAEAN, HUTAJULU, ARUAN.
b. SIBARANI, SIBUEA, SARUMPAET.
c. PANGARIBUAN, HUTAPEA.
Keturunan SI LAHI SABUNGAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. SIHALOHO.
b. SITUNGKIR, SIPANGKAR, SIPAYUNG.
c. SIRUMASONDI, RUMASINGAP, DEPARI.
d. SIDABUTAR.
e. SIDABARIBA, SOLIA.
f. SIDEBANG, BOLIALA.
g. PINTUBATU, SIGIRO.
h. TAMBUN (TAMBUNAN), DOLOKSARIBU, SINURAT, NAIBORHU, NADAPDAP, PAGARAJI, SUNGE, BARUARA, LUMBAN PEA, LUMBAN GAOL.
Keturunan SI RAJA OLOAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. NAIBAHO, UJUNG, BINTANG, MANIK, ANGKAT, HUTADIRI, SINAMO, CAPA.
b. SIHOTANG, HASUGIAN, MATANIARI, LINGGA, MANIK.
c. BANGKARA.
d. SINAMBELA, DAIRI.
e. SIHITE, SILEANG.
f. SIMANULLANG.
Keturunan SI RAJA HUTA LIMA melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. MAHA.
b. SAMBO.
c. PARDOSI, SEMBIRING MELIALA.
Keturunan SI RAJA SUMBA melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. SIMAMORA, RAMBE, PURBA, MANALU, DEBATARAJA, GIRSANG, TAMBAK, SIBORO.
b. SIHOMBING, SILABAN, LUMBAN TORUAN, NABABAN, HUTASOIT, SITINDAON, BINJORI.
Keturunan SI RAJA SOBU melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. SITOMPUL.
b. HASIBUAN, HUTABARAT, PANGGABEAN, HUTAGALUNG, HUTATORUAN, SIMORANGKIR, HUTAPEA, LUMBAN TOBING, MISMIS.
Keturunan TOGA NAIPOSPOS melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. MARBUN, LUMBAN BATU, BANJARNAHOR, LUMBAN GAOL, MEHA, MUNGKUR, SARAAN.
b. SIBAGARIANG, HUTAURUK, SIMANUNGKALIT, SITUMEANG.
***
👉🏻 DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)
Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga). Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut :
“Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang;
Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan”
artinya :
“Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput;
Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji”
Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah :
a. MARBUN dengan SIHOTANG.
b. PANJAITAN dengan MANULLANG.
c. TAMPUBOLON dengan SITOMPUL.
d. SITORUS dengan HUTAJULU – HUTAHAEAN – ARUAN.
e. NAHAMPUN dengan SITUMORANG. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 CATATAN TAMBAHAN
1. Selain PANE, marga-marga cabang lainnya dari SITORUS adalah BOLTOK dan DORI.
2. Marga-marga PANJAITAN, SILITONGA, SIANIPAR, SIAGIAN, dan PARDOSI tergabung dalan suatu punguan (perkumpulan) yang bernama TUAN DIBANGARNA. Menurut yang saya ketahui, dahulu antar seluruh marga TUAN DIBANGARNA ini tidak boleh saling kawin. Tetapi entah kapan ada perjanjian khusus antara marga SIAGIAN dan PANJAITAN, bahwa sejak saat itu antar mereka (kedua marga itu) boleh saling kawin.
3. Marga SIMORANGKIR adalah salah satu marga cabang dari PANGGABEAN. Marga-marga cabang lainnya adalah LUMBAN RATUS dan LUMBAN SIAGIAN.
4. Marga PANJAITAN selain mempunyai ikatan janji (padan) dengan marga SIMANULLANG, juga dengan marga-marga SINAMBELA dan SIBUEA.
5. Marga SIMANJUNTAK terbagi 2, yaitu HORBOJOLO dan HORBOPUDI. Hubungan antara kedua marga cabang ini tidaklah harmonis alias bermusuhan selama bertahun-tahun, bahkan sampai sekarang. (mereka yang masih bermusuhan sering dikecam oleh batak lainnya dan dianggap batak bodoh)
6. TAMPUBOLON mempunyai putra-putra yang bernama BARIMBING, SILAEN, dan si kembar LUMBAN ATAS & SIBULELE. Nama-nama dari mereka tersebut menjadi nama-nama marga cabang dari TAMPUBOLON (sebagaimana biasanya cara pemberian nama marga cabang pada marga-marga lainnya).
7. Pada umumnya, jika seorang mengatakan bahwa dia bermarga SIAGIAN, maka itu adalah SIAGIAN yang termasuk TUAN DIBANGARNA, bukan SIAGIAN yang merupakan marga cabang dari SIREGAR ataupun LUMBAN SIAGIAN yang merupakan marga cabang dari PANGGABEAN.
8. Marga SIREGAR, selain terdapat di suku Batak Toba, juga terdapat di suku Batak Angkola (Mandailing). Yang di Batak Toba biasa disebut “Siregar Utara” sedangkan yang di Batak Angkola (Mandailing) biasa disebut “Siregar Selatan”.
9. Marga-marga TENDANG, BUNUREA, MANIK, BERINGIN, GAJAH, BARASA, NAHAMPUN, TUMANGGOR, ANGKAT, BINTANG, TINAMBUNAN, TINENDANG, BARUTU, HUTADIRI, MATANIARI, PADANG, SIHOTANG, dan SOLIN juga terdapat di suku Batak Pakpak (Dairi).
10. Di suku Batak Pakpak (Dairi) :
a. BUNUREA disebut juga BANUREA.
b. TUMANGGOR disebut juga TUMANGGER.
c. BARUTU disebut juga BERUTU.
d. HUTADIRI disebut juga KUDADIRI.
e. MATANIARI disebut juga MATAHARI.
f. SIHOTANG disebut juga SIKETANG.
11. Marga SEMBIRING MELIALA juga terdapat di suku Batak Karo. SEMBIRING adalah marga induknya, sedangkan MELIALA adalah salah satu marga cabangnya.
12. Marga DEPARI juga terdapat di suku Batak Karo. Marga tersebut juga merupakan salah satu marga cabang dari SEMBIRING.
13. Jangan keliru (bedakan) :
a. SITOHANG dengan SIHOTANG.
b. SIADARI dengan SIDARI.
c. BUTAR BUTAR dengan SIDABUTAR.
d. SARAGI (Batak Toba) dengan SARAGIH (Batak Simalungun).
14. Entah kebetulan atau barangkali memang ada kaitannya, marga LIMBONG juga terdapat di suku Toraja.
15. Marga PURBA juga terdapat di suku Batak Simalungun. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Mudah- mudahan di beri jalan dan berkah oleh Allah Ridho Lillahi Taalla 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Raja Uti :
👉🏻 Kisah Batu Sawan dan si Raja Uti [Jelajah Silampung] :
👉🏻 Alkisah :
👉🏻 Siraja Batak
Tersebutlah leluhur orang Batak di Pusuk Buhit, Sianjur Mulamula, Samosir. Ia bernama Siraja Batak. Siraja Batak mempunyai dua keturunan, yaitu Guru Tetea Bulan atau Ilontungan dan Raja Isumbaon atau Sumba.
Guru Tetea Bulan
Anak tertua Siraja Batak, yaitu Guru Tetea Bulan yang dikenal sebagai orang yang suci mempunyai 5 orang anak, yaitu :
‘1. Raja Uti
‘2. Saribu Raja
‘3. Limbong Mulana
‘4. Sagala Raja
‘5. Malau Raja
Raja Uti
Dikisahkan, diantara anak Guru Tetea Bulan, Raja Uti lah yang paling sakti. Ia dikenal bisa mengubah wujud tujuh kali. Si sulung ini terlahir tidak mempunyai tangan dan kaki. Dalam kisahnya, Raja Uti ini mempunyai banyak gelar, yaitu Raja Biak Biak, Bernama Raja Gumelenggeleng dan Tuan Rajauti, ia bertengkar dan tak akan mati.
Karena kondisi fisiknya yang tidak sempurna, ia merasa rendah diri dan dianggap remeh oleh saudara-saudaranya. Suatu ketika ia menghadapi Mula Jadi Nabolon di Pusuk Buhit. Ia mohon agar dijadikan Raja diantara saudara-saudaranya. Permintaan tersebut dikabulkan dan wujud Raja Uti berubah sempurna dengan mempunyai tangan dan kaki dengan gelar Raja Biakbiak yang sangat sakti dan bertapa di Pusuk Buhit – Raja Partapa Sakti. Setelah merasa kemampuannya cukup, Siraja Uti pulang menjumpai keluarganya. Tetapi dia begitu kecewa, karena keluarganya telah bercerai berai.
Karena kecewa ia pergi mengembara ke pesisir Fansur / Barus dan Singkil. Konon kekuasaan Raja Uti sampai ke Kluet.
Kisah Raja Uti ini tak bisa dipisahkan dengan Batu sawan, karena di Batu Sawan inilah Siraja Uti tinggal.
Air Berkah
Batu Sawan disebut sebagai tempat suci. Disanalah mengalir air suci tempat raja-raja mandi, oleh karena itu orang batak menyebutnya dengan Air Berkah.
Menceritakan kembali dari berbagai sumber, diantaranya blog : rajautipusukbuhit.wordpress.com
👉🏻 Jelajah Batu Sawan :
👉🏻 Kisah Batu Sawan, sangat menarik di kawasan ini. Karena penasaran, saya menjelajah ke Toba Samosir, untuk melihat Batu Sawan. Seperti biasa, aku pergi sendiri.
Lokasi
Dari Google Map dan beberapa info yang saya dapat, Batu Sawan berada di kecamatan Sianjur Mulamula, kawasan gunung Pusuk Buhit.
👉🏻 Menyusuri indahnya Danau Toba dan perbukitan Geopark Toba, sampailah aku di sebuah simpang di Sianjur Mulamula. Disana terdapat Plank bahwa batu sawan berjarak 3 kilometer. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Akupun mengikuti arah yang di tuju. Tak jauh dari simpang, tibalah aku di sebuah rumah tempat parkir kendaraan. Disini aku singgah dan beramah-tamah sebentar dengan keluarga Limbong. Dari keluarga Limbong ini, saya mengetahui bahwa oleh bapak bermarga Limbong di tahun 1996 menemukan Batu Sawan atas petunjuk dari mimpinya. Oleh pak Limbong, kawasan batu sawan dibersihkan dan terlihat muncul aliran air yang mengalir melewati tebing batu hingga ke bawah berbentuk Cawan atau Sawan.
Trekking Batu Sawan
Dengan meminta ijin, saya berjalan kaki ke lokasi Batu Sawan. Sebenarnya keluarga Limbong berat hati membiarkan aku pergi sendiri, bertanya-tanya terjadi hal yang tidak diinginkan, mengingat batu Sawan adalah tempat yang sakral bagi orang Batak. Aku berhasil meyakinkan mereka. Berjalanlah aku menelusuri jalan setapak menuju Batu Sawan.
Pemandangan alam jalan yang aku lalui sangat indah. Udara sejuk pegunungan dan wangi bunga kopi menemaniku selama perjalanan. Keindahan geopark pegunungan Pusuk Buhit ini memanjakan mataku. Sungguh Indah ciptaanNya. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Air Terjun Batu Sawan
Sampailah aku di Batu Sawan. Sebuah air terjun yang mempunyai kolam seperti Cawan. Konon airnya merupakan air suci yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Kudekati dan kurasakan airnya. Rasanya tidak seperti air biasa, terasa sedikit kecut air jeruk. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Karena aku sendiri, entah mengapa perasaanku tidak enak. Aku merasa ada yang memperhatikan dan mengikuti gerakan gerikku. Akupun segera meninggalkan lokasi, dan berlari melintasi jalan pulang.
Kisah di tanah Batak memang tak ada habisnya. Setiap sudut dan setiap tempat, memiliki kisah tersendiri dan mencakup semua itu sangat menarik. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Saribu Rajaku :
👉🏻 ORANG BATAK
Rabu, 05 Agustus 2009
Legenda Tuan Saribu Raja Dan Siboru Pareme
Siraja Batak memiliki keterunan 2 orang yaitu Guru Tatea Bulan disebut Nai Lontungon dan yang kedua adalah Raja Isumbaon. Sedangkan Guru Tatea Bulan memiliki 5 orang anak yaitu :1. Siraja Biak Biak, 2. Tuan Saribu Raja, 3. Limbong Mulana, 4. Sagala Raja, dan memiliki putrid sebanyak 4 orang yaitu: 1. Siboru Pareme, 2. Siboru Anting Sabungan, 3. Siboru Sibiding Laut, 4. Siboru Nantinjau.
Siraja Batak telah membuat aturan yang sangat ketat dalam kehidupan suatu keluarga orang batak, yaitu tidak boleh mengawini keturunan satu Bapa, tetapi ketika Tuan Saribu Raja beranjak dewasa dan demikian juga dengan saudara perempuannya Siborupareme tumbuh menjadi gadis yang cantik, Tuan Saribu Raja menginkan saudara perempuannya untuk menadi isterinya, niat itupun dilaksanakanTuan Sariburaja dengan diam-diam dan Siboru Pareme menjadi hamil. Tuan Saribu Raja menjadi takut akan tindakan saudara-saudaranya, dan Tuan Saribu Raja melarikan diri kehutan setelah memberikan petunjuk kepada Siboru Pareme untuk dapat bertemu di hutan, tetapi mereka tidak pernah bertemu dihutan. Ditengah hutan Siboru Pareme membuat ladang sebagai sumber kehidupanya sehari-hari. Suatu hari, ketika si Boru Pareme sedang mengerjakan ladangnya, tiba-tiba datanglah seekor harimau besar yang disebut Babiat Sitelpang atau berkaki tiga, sebab salah satu kaki harimau itu sakit. Harimau itu mengaum dengan keras dan menemui Siboru Pareme yang sedang bekerja, harimau itu mengaum dan membuka mulutnya lebar-lebar membuat Siboru Pareme semakun ketakutan, Siboru Pareme mencoba mengusir harimau itu, tetapi harimau itu justeru semakin mendeknt dan mengerang kesakitan dengan membuka mulutnya lebar-lebar, Siboru Pareme menyadari, harimau itu meminta tolong kepadanya untuk mengambil tulang babi hutan yang sangkut di leher si Harimau. Siboru Pareme memasukkan tangan kedalam mulut harimau tersebut, dan mengambil tulang yang menyangkut di kerongkongan harimau itu, harimau itupun pergi kehutan. Ketika itu, Siboru Pareme melahirkan seorang Putra yang diberi nama Si Raja Lontung, dan pada hari itu Harimau yang baru di tolong Siboru Pareme mengantarkan seekor babi hutan kepada Siboru Pareme, demikian seterusnya terjadilah persahabatan antara Siboru Pareme dengan Harimau itu, dan mereka membuat perjanjian Keturunan Harimau itu tidak akan menganggu atau memakan keturunan dari Siboru Pareme dan Siraja Lontung dan demikian sebaliknya Keturunan Siboru Pareme Dan Siraja lontung tidak akan mengganggu Keturunan Hariamau tersebut.
Dalam pengembaraannya Tuan Saribu Raja, dia berjumpa dengan seorang wanita bernama Naimangiring Laut dan menjadikanya Isterinya, Naimangiring Laut hamil dan melahirkan Siraja Borbor.
Demikian kisah perjalanan hidup Tuan Saribu Raja dan Siboru Pareme. Semoga tulisan ini dapat menambah referensi saudara. Semoga Semakin Sukses. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 RAJA BORBOR dan Marga-marga Keturunannya :
👉🏻
Google
Custom Search
RAJA BORBOR dan Marga-marga Keturunannya
MYCULTURED
Putra dari TUAN SARIBURAJA, dilahirkan oleh ibunya NAI MARGIRING LAUT. Semua keturunannya disebut marga BORBOR. Di Sumber, dicantumkan bahwa nama ibu dari RAJA BORBOR ini adalah NAI MANGIRING LAUT.
Menurut Sumber lain, cucu RAJA BORBOR yang bernama DATU TALADIBABANA (sundut keenam bila dihitung dari SI RAJA BATAK, yang berada di urutan pertama) mempunyai 6 putra, yang menjadi asal-usul lahirnya marga-marga berikut :
1. DATU DALU alias SAHANG MAIMA
2. SIPAHUTAR (keturunannya bermarga SIPAHUTAR)
3. HARAHAP (keturunannya bermarga HARAHAP)
4. TANJUNG (keturunannya bermarga TANJUNG)
5. DATU PULUNGAN (keturunannya bermarga PULUNGAN)
6. SIMARGOLANG (keturunannya bermarga SIMARGOLANG)
Keturunan DATU DALU melahirkan marga-marga berikut :
1. PASARIBU, BATUBARA, HABEAHAN, BONDAR, dan GORAT
2. TINENDANG dan TANGKAR
3. MATONDANG
4. SARUKSUK
5. TARIHORAN
6. PARAPAT
7. RANGKUTI
Dari keturunan DATU PULUNGAN, lahir marga-marga LUBIS dan HUTASUHUT.
Menurut Sumber B, DATU TALADIBABANA adalah anak (bukan cucu) dari RAJA BORBOR. Istrinya bernama SI BORU JAU. Dia mempunyai 10 putra, yaitu :
1. RAJA HATORUSAN II
2. TUAN SIDAMANIK (keturunannya bermarga SIDAMANIK)
3. SIAJI MALIM (keturunannya bermarga HARAHAP)
4. PARAPAT (keturunannya bermarga PARAPAT)
5. MATONDANG (keturunannya bermarga MATONDANG)
6. SIPAHUTAR (keturunannya bermarga SIPAHUTAR)
7. RAJA TARIHORAN (keturunannya bermarga TARIHORAN)
8. RAJA GURNING (keturunannya bermarga GURNING)
9. RAJA RAMBE (keturunannya bermarga RAMBE)
10. RAJA SARUKSUK (keturunannya bermarga SARUKSUK)
RAJA HATORUSAN II mempunyai 5 putra, yaitu :
1. OMPU TUAN RAJA DOLI
2. DATU RIMBANG SAUDARA
3. DATU ALTONG
4. SAHANG MATANIARI
5. SINDAR MATANIARI
OMPU TUAN RAJA DOLI mempunyai putra bernama TUAN SARIBURAJA II, yang selanjutnya mempunyai 2 putra, yaitu :
1. DATU POMPANG BALASARIBU
2. SANGKAR SOMALIDANG
DATU POMPANG BALASARIBU mempunyai 4 putra, yaitu :
1. TANJUNG DOLOK
2. SAHANG MAIMA
3. RIMBANG SAUDARA alias DATU DALU
4. RAJA DOHANG
TANJUNG DOLOK mempunyai putra bernama TANJUNG, yang keturunannya bermarga TANJUNG.
SAHANG MAIMA mempunyai 2 putra, yaitu :
1. PULUNGAN TUA
2. TUMONGGU LUBIS
PULUNGAN TUA mempunyai putra bernama PULUNGAN, yang keturunannya bermarga PULUNGAN.
TUMONGGU LUBIS mempunyai putra bernama LUBIS, yang keturunannya bermarga LUBIS.
RIMBANG SAUDARA alias DATU DALU mempunyai putra bernama TUAN SARIBURAJA III (keturunannya bermarga PASARIBU). Selanjutnya, TUAN SARIBURAJA III ini mempunyai 3 putra, yaitu :
1. HABEAHAN (keturunannya bermarga HABEAHAN)
3. BONDAR (keturunannya bermarga BONDAR)
3. GORAT (keturunannya bermarga GORAT, dan di kemudian hari juga melahirkan marga UJUNG SARIBU)
RAJA DOHANG mempunyai putra bernama DATU BARA, yang keturunannya bermarga BATUBARA.
Keturunan SAHANG MATANIARI bermarga SIMARGOLANG.
TUAN SIDAMANIK (yang keturunannya bermarga SIDAMANIK) mempunyai 2 putra, yaitu :
1. RAJA SIHORSIK
2. RAJA SIRINGIS
SIAJI MALIM (yang keturunannya bermarga HARAHAP) mempunyai 2 putra, yaitu :
1. DATU NIBAGANA
2. TUAN DATU SINGAR
Cucu dari SIAJI MALIM ini kemudian ada yang bernama OMPU SODOGORON, yang keturunannya bermarga HUTASUHUT.
PARAPAT (yang keturunannya bermarga PARAPAT) mempunyai 2 putra, yaitu :
1. MUNTHE (keturunannya bermarga MUNTHE)
2. JAMBE (keturunannya bermarga JAMBE)
MATONDANG (yang keturunannya bermarga MATONDANG) mempunyai 4 putra, yaitu :
1. RAMU (keturunannya bermarga RAMU)
2. MUNTHE (keturunannya bermarga MUNTHE)
3. PADANG (keturunannya bermarga PADANG)
4. SAPU (keturunannya bermarga SAPU)
SIPAHUTAR (yang keturunannya bermarga SIPAHUTAR) mempunyai putra bernama MATA SOPIAK. Putra dari RAJA SOPIAK ini bernama RAJA DAHULAE, yang keturunannya bermarga DAULAE.
RAJA TARIHORAN (yang keturunannya bermarga TARIHORAN) mempunyai 4 putra, yaitu :
1. SITORBAN DOLOK (keturunannya bermarga TARIGAN, GINTING, dan PURBA SARIBU)
2. GIRSANG ROBAROBA (keturunannya bermarga GIRSANG dan SARIBUTUA)
3. SIGULANG BATU (keturunannya bermarga SIGULANG BATU)
4. SIBANGKIANG (keturunannya bermarga BANGKIANG)
RAJA GURNING (yang keturunannya bermarga GURNING) mempunyai 3 putra, yaitu :
1. BORSAK DILANGIT (keturunannya bermarga GURNING SARIBU di daerah Dairi)
2. BORSAK DIRONGGUR (keturunannya bermarga TAMBAK RONGGUR di daerah Karo)
3. BORSAK DILAUT (keturunannya bermarga MASARO di daerah Arhemia)
RAJA RAMBE (yang keturunannya bermarga RAMBE) mempunyai 4 putra, yaitu :
1. DATU HORBO
2. DATU ALAS
3. DATU RONGGUR
4. GURU TINANDANGAN
DATU HORBO mempunyai putra bernama SINURAT, yang keturunannya bermarga SINURAT.
DATU RONGGUR mempunyai putra bernama TUANKU BOLANG, yang keturunannya kemudian melahirkan 2 marga di daerah Dairi, yaitu NALU dan BANCIN.
GURU TINANDANGAN mempunyai putra bernama BINTANG, yang keturunannya bemarga BINTANG.
RAJA SARUKSUK (yang keturunannya bermarga SARUKSUK) mempunyai 6 putra, yaitu :
1. BEGU SOALOON
2. INUM AEK SASUNGE
3. RAJA SINABOLAK
4. RAJA HUTUDARI
5. DUGUL NABOLON
6. RAJA TUMPU
Keturunan BEGU SOALOON bermarga SIDAMANIK.
Keturunan INUM AEK SASUNGE melahirkan marga-marga MANIK dan TAMBUN SARIBU.
Keturunan RAJA SINABOLAK bermarga SINABOLAK.
Keturunan RAJA HUTUDARI melahirkan marga-marga GURNING TAMBOSAN, BIRU, GINTING LEMBONG, dan GINTING SARIBU.
DUGUL NABOLON mempunyai putra bernama TUAN GANTARBOSI, yang keturunannya melahirkan marga-marga ONGKOR dan DARANSI.
Keturunan RAJA TUMPU melahirkan marga-marga BANJARKASI dan KASILAN.
Share. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Limbong Mulana :
👉🏻 LIMBONG MULANA dan Marga-marga Keturunannya :
👉🏻 MYCULTURED
Putra ketiga dari GURU TATEA BULAN. Menurut Sumber, keturunan dari LIMBONG MULANA ini bermarga LIMBONG.
Dia mempunyai 2 putra, yaitu :
1. PALU ONGGANG
2. LANGGAT LIMBONG
LANGGAT LIMBONG mempunyai 3 putra. Keturunan dari putra keduanya bermarga SIHOLE, sedangkan keturunan dari putra ketiganya bermarga HABEAHAN. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu LIMBONG.
Menurut Sumber lain, LIMBONG MULANA mempunyai 2 putra, yaitu :
1. PALU ONGGANG
2. LANGGAT LIMBONG
PALU ONGGANG mempunyai 4 putra, yaitu :
1. BORSAK NILANGAN
2. TUAN RUMA IJUK
3. RAJA NABIMBINAN
4. TOGA NABURAHAN
TUAN RUMA IJUK mempunyai keturunan yang bernama OMPU PULO, yang keturunannya bermarga LEMBONG di daerah Dairi.
LANGGAT LIMBONG mempunyai 3 putra, yaitu :
1. TUAN JONGGI NABOLON
2. RAJA NABIMBINAN
3. PAPAGA NALOMAK
TUAN JONGGI NABOLON mempunyai 2 putra, yaitu :
1. OMPU RAJA MINAR
2. TOGA PASIDUNG
OMPU RAJA MINAR mempunyai putra bernama OMPU RAJA DIURUK, yang keturunannya bermarga PERANGINANGIN.
TOGA PASIDUNG mempunyai putra bernama OMPU RAJA MOGOT, yang keturunannya bernama SAPIAM.
Keturunan RAJA NABIMBINAN bermarga SIHOLE. Ia mempunyai 3 putra, yaitu :
1. TOGA HOLE
2. OMPU BOLON
3. RUMANAHOR
PAPAGA NALOMAK mempunyai putra bernama TOGA HABEAHAN, yang keturunannya bermarga HABEAHAN. TOGA HABEAHAN ini mempunyai 4 putra, yaitu :
1. HUTA NAPURAN (keturunannya bermarga KABEAKAN)
2. HUTA PINANG (keturunannya bermarga TANGKAR)
3. OMPU RAJA BUHIT (keturunannya bermarga PADANG)
4. HUTA HORBO (keturunannya bermarga TINENDANG)
Share. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Sagala Raja :
👉🏻 SAGALA RAJA dan Marga-marga Keturunannya :
👉🏻 MYCULTURED
Putra keempat dari GURU TATEA BULAN. Menurut Sumber, semua keturunannya bermarga SAGALA.
Menurut Sumber lain, SAGALA RAJA mempunyai 3 putra, yaitu :
1. RAJA HUTARUAR
2. HUTABAGAS
3. HUTAURAT
RAJA HUTARUAR mempunyai putra bernama RAJA LUMBAN PARIK. Selanjutnya, RAJA LUMBAN PARIK mempunyai putra bernama TUAN BANGUNREA, yang keturunannya bermarga BANGUN.
Keturunan HUTABAGAS bermarga HUTABAGAS. Dia mempunyai putra bernama TUAN MULA I, yang kemudian mempunyai 2 putra, yaitu :
1. TUAN MULA II
2. TUAN RANGARANGA
TUAN MULA II mempunyai putra bernama TUAN MULA III.
TUAN RANGARANGA mempunyai putra bernama GURU MARTUNGKOT.
Keturunan HUTAURAT bermarga HUTAURAT. Dia kemudian mempunyai 3 putra, yaitu :
1. SI RAJA OLOAN
2. SI RAJA ARISAN
3. SUNGKUNON RAJA
Share. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Silau Raja :
👉🏻 [23-10 19:47] Reza Sinaga Raja Bonor P: http://wmpase.blogspot.com/2010/08/mistery-silau-raja_19.html
[23-10 19:48] Reza Sinaga Raja Bonor P: http://clemensmalau.blogspot.com/2009/11/malau-raja-atau-silau-raja.html
[23-10 19:49] Reza Sinaga Raja Bonor P: http://siantarnabalau.blogspot.com/2010/08/malau-raja.html. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula SiBoru Biding Laut :
👉🏻 http://panoluansakti.blogspot.com/2012/06/si-boru-biding-laut.html 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula SiBoru Pareme :
👉🏻 [23-10 19:55] Reza Sinaga Raja Bonor P: https://www.kompas.com/stori/read/2022/08/18/120000179/legenda-tuan-saribu-raja-dan-siboru-pareme
[23-10 19:55] Reza Sinaga Raja Bonor P: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/07/29/batu-paranggiran-ni-si-boru-pareme-menyusuri-sejarah-dan-legenda-boru-pareme. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula SiBoru Anting Haumason :
👉🏻 https://jhon-demos.blogspot.com/2010_04_23_archive.html. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula SiBoru Sipingan Haumason :
👉🏻 https://dongants.wordpress.com/2009/03/09/asal-usul-ni-si-raja-batak/ 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula SiBoru Nantinjo :
👉🏻 https://togapardede.wordpress.com/2012/08/23/si-boru-nantinjo-awal-terjadinya-pulau-malau/ 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Isombain :
👉🏻 https://vankevin01.wordpress.com/silsilah-dan-asal-usul-marga-marga-batak-dari-siraja-batak/ 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Tuan Sorimangaraja :
👉🏻 TUAN SORIMANGARAJA dan Marga-marga Keturunannya :
👉🏻 MYCULTURED
TUAN SORIMANGARAJA adalah putra pertama dari RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON).
Dari ketiga putra RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON), hanya dialah yang tetap tinggal di Pusuk Buhit, Tanah Batak. Istrinya ada 3, yaitu :
1. SI BORU ANTING MALELA alias SI BORU ANTING SABUNGAN alias NAI AMBATON
2. SI BORU BIDING LAUT alias NAI RASAON
3. SI BORU SANGGUL HAOMASAN alias NAI SUANON
RAJA RATUS mempunyai 3 putra, yaitu :
1. RATUS NAGODANG
2. SI TINGGI
3. SI ONGKO
Semua keturunan dari RAJA RATUS ini bermarga SINAGA PORTI.
SINAGA URUK mempunyai 3 putra, yaitu :
1. GURU SIHATAHUTAN
2. RAJA BARITA
3. DATU HURUNG
DATU HURUNG mempunyai putra bernama JORANGRAJA. Keturunannya bermarga SIMARGOLANG.
Share. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal Mula Opung Raja Asi- asi dan Sangkar Simalindang :
👉🏻 BATAK
Adat Istiadat Budaya Batak Bonapasogit
Tagged with Raja Asiasi
Parna (Pomparan ni si Raja Naiambaton)
Pomparan ni si Raja Naiambaton biasa disingkat menjadi PARNA, yaitu marga-marga yang dipercayai sebagai keturunan dari Raja Naiambaton yang karenanya tidak boleh menikah satu dengan yang lainnya. Hal ini dipertegas dalam tulisan-tulisan pustaha Batak yang berbunyi “Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru” dalam bahasa Batak Toba, yang dapat diartikan dengan ”Keturunan Raja Naiambaton adalah sama-sama pemilik putra dan putri,” yang dalam arti lebih luas lagi dapat diartikan bahwa ”Putra-putri keturunan marga-marga Naiambaton tidak boleh menikah satu sama lain.”
Raja NaiambatonSatu tulisan menyatakan bahwa Raja Naiambaton merupakan keturunan keenam dari Raja Batak, seperti berikut: Raja Batak memperanakkan Guru Tateabulan, memperanakkan Raja Isumbaon, memperanakkan Tuan Sorimangaraja, memperanakkan Raja Asiasi, memperanakkan Sangkaisomalindang, dan memperanakkan Raja Naiambaton
Marga-marga Parna
Terdapat perbedaan pada jumlah marga yang masuk dalam kelompok Parna ini, hal ini disebabkan karena adat kebudayaan Batak yang dapat menggunakan marga leluhur, percabangan marga kakek, ayah, atau bahkan percabangan marga baru. Tetapi walau berbeda marga, semuanya mengaku dipersatukan oleh ucapan di atas (“Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru”).
Adapun marga-marga batak yang termasuk dalam Pomparan Ni Raja Nai Ambaton (PARNA) yaitu:
1. Bancin ( sigalingging )
2. Banurea ( sigalingging )
3. Boangmenalu ( sigalingging)
4. Brampu ( sigalingging )
5. Brasa ( sigalingging )
6. Bringin ( sigalingging )
7. Dalimunthe
8. Gajah ( sigalingging )
9. Garingging ( sigalingging )
10. Ginting Baho
11. Ginting Beras
12. Ginting Capa
13. Ginting Guruputih
14. Ginting Jadibata
15. Ginting jawak
16. Ginting manik
17. Ginting Munthe
18. Ginting Pase
19. Ginting Sinisuka
20. Ginting Sugihen
21. Ginting Tumangger
22. Haro
23. Kombih (sigalingging )
24. Maharaja
25. Manik Kecupak (sigalingging)
26. Munte
27. Nadeak
28. Nahampun
29. Napitu
30. Pasi
31. Pinayungan (sigalingging ? )
32. Rumahorbo
33. Saing
34. Saraan (sigalingging )
35. Saragih Dajawak
36. Saragih Damunte
37. Saragih Dasalak
38. Saragih Sumbayak
39. Saragih Siadari
40. Siallagan
41. Siambaton
42. Sidabalok
43. Sidabungke
44. Sidabutar
45. Saragih Sidauruk
46. Saragih Garingging
47. Saragih Sijabat
48. Simalango
49. Simanihuruk
50. Simarmata
51. Simbolon Altong
52. Simbolon Hapotan
53. Simbolon Pande
54. Simbolon Panihai
55. Simbolon Suhut Nihuta
56. Simbolon Tuan
57. Sitanggang Bau
58. Sitanggang Gusar
59. Sitanggang Lipan
60. Sitanggang Silo
61. Sitanggang Upar Par Rangin Na 8 ( sigalingging )
62. Sitio
63. Tamba
64. Tinambunan
65. Tumanggor
66. Turnip
67. Turuten
Sumber: Berbagai sumber. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Tuan Sorbadijulu ( Nai. Ambaton) :
👉🏻 http://pomparanrajanaiambaton.blogspot.com/2011/07/sejarah-pomparan-raja-nai-ambaton.html 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Tuan Sorbadijae ( Nai. Rasaon ) :
👉🏻 https://simanurung.blogspot.com/2014/11/tarombo-raja-nairasaon.html 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Asal mula Opung Tuan Sorbadibanua ( Nai. Suanon ) :
👉🏻 http://jong-nusantara-on.blogspot.com/2011/12/sejarah-marga-batak-bag4-keturunan-tuan.html 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Nb :
👉🏻 Yang perlu di ingat tentang Martarombo ( Silsilah) Raja Batak yaitu :
👉🏻 Opungku (Oppung, Marga Sinaga) masuk di Opung (Oppung, Marga) nomor 17- Keterangan:
👉🏻 Raja Batak masuk Generasi 1 😎🙏🏻 .
👉🏻 Opungku- Opung Guru Tatea Bulanku, anak kandung Raja Batak nomor 1, ada di Generasi 2 😎🙏🏻 .
👉🏻 Opungku- Opung Saribu Rajaku masuk Generasi 3 😎🙏🏻 .
👉🏻 Opungku- Opung Raja Lontungku, Borborku, Galemen (Babiat Sitelpang) ada di Generasi 4 😎🙏🏻
👉🏻 Opungku- Opung Sinagaku anak kandung ni Opung Raja Lontungku no 1, Situmorang ima di Generasi 5 😎🙏🏻.
👉🏻 Opungku- Opung Sinaga Raja Bonor, Raja Ratus, Sagiulubalang (Hasagian, Hasugian, Sinaga Uruk), Panopa Raja, Pagaribuan masuk Generasi ke-6 😎🙏🏻
👉🏻 Angka na masuk tu Tarombo (Silsilah) ni angka Raja Batak ima:
👉🏻 Aq (Abang) Satria Ferdian Reza Risanto- Daniel- Joseph Sinaga Raja Bonor Pande Asli Batak Toba sebagai darah hidup Opungku- Opung Raja Lontungku- Tiang Ditonga, Tuan Suhut Nihuta adalah cucu kandung dari Opungku- Opung Sinaga Raja Bonorku adalah anak kandung sian Opungku- Opung Sinagaku no 1- Sinaga Raja Ratus Nagodang, SiTinggi, Siongko adalah cucu kandung dari Opung Sinaga Raja Ratus: Sinaga Raja Gr. Hata Hutan, Barita Raja, Datu Hurung adalah pahompu kandung dari Opung Sinaga Raja Ogiulubalang ( Hasagian, Hasugian, Sinaga Uruk)- Situmorang Lumban Pande, Lumban Nahor adalah cucu kandung dari Opung Raja Ambolas Situmorang- Situmorang Suhut Nihuta Huta ima pahompu kandung ni Opung Parhojobung: Sitohang Utuk ( Dori Mangambat)- Tonga-tonga ( Itubungna), Toruan ( Op. Bona. Nionan) ima pahompu kandung ni Raja Babiat Situmorang masuk Generasi 7 – Anggiat ma di bonana, hangoluan, dalan , ini baru di jalan dan berkat dari Allah Ridho Lillahi Taalla 😎🙏🏻 .
👉🏻 Nb:
👉🏻 Sattabi- Nomef Abang dang mago-; Pabotohon ma tu hita: Molo Abang do mudar hangoluan, pahompu sihahaan (tatua, tuha) ni Opungku Opung Raja Lontungku jala sebagai pahompu kandung ni Opungku-Opung Sinaga Raja Bonorku do na kandung. anak ni Opungku- Opung Sinagaku adalah anak kandung dari Opungku-Opung Raja Lontungku no 1. 😎🙏🏻🤝🏻
👉🏻 Berikut terjemahan dari Bahasa Batak Toba ke dalam Bahasa Indonesia yaitu :
👉🏻 Opung ( Kakek, Marga Sinaga) ku masuk di no Opung ( Kakek, Marga) 17- Keterangan :
👉🏻 Raja Batak masuk di Generasi 1 😎🙏🏻
👉🏻 Opungku- Opung Guru Tatea Bulanku anak kandung dari Raja Batak no 1 masuk di Generasi 2 😎🙏🏻
👉🏻 Opungku- Opung Saribu Rajaku masuk di Generasi 3 😎🙏🏻
👉🏻 Opungku- Opung Raja Lontungku, Borborku, Galemen ( Babiat Sitelpang) masuk di Generasi 4 😎🙏🏻
👉🏻 Opungku- Opung Sinagaku anak kandung dari Opung Raja Lontungku no 1, Situmorang masuk di Generasi 5 😎🙏🏻
👉🏻 Opungku- Opung Sinaga Raja Bonor, Raja Ratus, Sagiulubalang ( Hasagian, Hasugian, Sinaga Uruk), Panopa Raja, Pagaribuan masuk di Generasi ke 6 😎🙏🏻
👉🏻 Yang masuk di dalam Tarombo ( Silsilah) Raja Batak yaitu :
👉🏻 Aq ( Abang) Satria Ferdian Reza Risanto- Daniel- Joseph Sinaga Raja Bonor Pande Asli Batak Toba sebagai darah hidup dari Opungku- Opung Raja Lontungku- Tiang Ditonga, Tuan Suhut Nihuta adalah cucu kandung dari Opungku- Opung Sinaga Raja Bonorku adalah anak kandung dari Opungku- Opung Sinagaku no 1- Sinaga Raja Ratus Nagodang, SiTinggi, Siongko adalah cucu kandung dari Opung Sinaga Raja Ratus : Sinaga Raja Gr. Hata Hutan, Barita Raja, Datu Hurung adalah cucu kandung dari Opung Sinaga Raja Sagiulubalang ( Hasagian, Hasugian, Sinaga Uruk)- Situmorang Lumban Pande, Lumban Nahor adalah cucu kandung dari Opung Raja Ambolas Situmorang- Situmorang SuhutNihuHuta, Opung Tuan Dungo adalah cucu kandung dari Opung Parhojobung : Sitohang Utuk ( Dori Mangambat)- Tonga-tonga ( Itubungna), Toruan ( Op. Bona. Nionan) adalah cucu kandung dari Raja Babiat Situmorang masuk di Generasi 7- Mudah- mudahan di awal, hidup, jalan, yang baru ini di jalan dan berkah oleh Allah Ridho Lillahi Taalla 😎🙏🏻
👉🏻 Nb :
👉🏻 Maaf- Nomef Abang bukan nyasar-;Biar pada tau : Kalau Abang sebagai darah hidup, cucu paling tua ( tatua, tertua) dari Opungku Opung Raja Lontungku dan sebagai cucu kandung dari Opungku-Opung Sinaga Raja Bonorku adalah anak kandung dari Opungku- Opung Sinagaku anak kandung dari Opungku- Opung Raja Lontungku no 1 ( Red)















