Kondisi dan Situasi Darurat Ekonomi Indonesia Harus Mampu Segera Diatasi*

- Penulis

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Opini.

*Kondisi dan Situasi Darurat Ekonomi Indonesia Harus Mampu Segera Diatasi*

Tv berita id 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya membangun ketahanan dan pertahanan pangan bangsa dan negara Indonesia, pemerintah patut konsentrasi pada usaha membuat petani, nelayan usaha masyarakat kecil bergairah dan melipatgandakan semangat kerja dan ketekunan untuk meningkatkan usahanya hingga berhasil guna bagi keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Sebab krisis ekonomi dan krisis pangan bisa berkepanjangan melanda bangsa dan negara Indonesia bila menilik tren perkembangan yang terkesan mandek dan macet, seperti tidak bergerak menuju perbaikan yang tidak menggembirakan. Karena itu dalam berbagai bentuk usaha dan upaya untuk membangun ketahanan dan pertahanan pangan yang dilakukan oleh petani, nelayan serta pengusaha ekonomi menengah ke bawah perlu didukung penuh dengan kemampuan dan kekuatan yang ada. Mulai dari modal usaha serta pengelolaan usaha sampai upaya menjaga hasil panen mereka bisa memiliki jaminan untuk terus dilanjutkan. Sebab hanya dengan cara ini pertahanan dan ketahanan pangan rakyat dapat terjaga. Setidaknya jangan sampai semakin terpuruk dan menjadi masalah yang akan menggoyahkan ketahanan dan pertahanan negara dari segi ekonomi dalam arti luas.

Beragam usaha warga masyarakat kecil menembus peluang untuk tetap bertahan hidup dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan sudah lebih dari cukup untuk mendapat perhatian dan tindakan yang serius untuk mendukung usaha pertahanan dan ketahanan ekonomi rumah tangga di Indonesia yang sedang menghadapi tantangan yang semakin berat.

Pada level warga masyarakat Indonesia jelas menengan dan atas, kondisi ekonomi yang semakin parah ini sudah dapat dilihat dari banyaknya aset yang ditawarkan di bawah harga standar. Showroom kendaraan roda dua maupun roda empat bejibun memenuhi ruang pamer sebagai hasil penarikan dari kredit yang macet maupun stok lama yang tidak laku karena langkanya pembeli lantaran tidak memiliki uang. Adapun simpanan yang ada sudah habis terkuras sejak beberapa tahun lalu akibat tekanan ekonomi serta kebutuhan sehari-hari yang terus mendesak, tidak bisa sejenak pun untuk ditunda. Karena hidup dan kehidupan harus terus dipertahankan agar tetap berlangsung tidak sampai jatuh terjerembab.

Baca Juga:  Peresmian Layanan Bersama Kemenkeu Satu di Bandara Kualanamu: Satu Pintu Pelayanan Pajak dan Bea Cukai

Pilihan terbaik bagi warga masyarakat untuk tetap bertahan hidup — hingga standar yang paling minimal pun — terpaksa dilakukan dengan cara berhemat, sehemat-hemat mungkin untuk semua jenis dan bentuk pengeluaran. Maka itu sensitivitas dari kenaikan harga tarif listrik dan air hingga gas serta beras menimbulkan sumpah serapah yang rentan menyulut protes dan aksi massa turun ke jalan.

Atas dasar pemikiran dan pertimbangan dari kondisi dan situasi ekonomi yang semakin parah inilah, hendaknya pihak pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan kemampuan untuk bertindak lebih tepat dan cepat, segera mengambil inisiatif untuk mengantisipasi kondisi ekonomi Indonesia yang semakin memburuk, untuk lebih mengutamakan pertahanan serta ketahanan rakyat yang lebih nyata dalam menghadapi situasi dan kondisi krisis agar tidak berkepanjangan dan menambah banyak korban. Karena kondisi dan situasi ekonomi Indonesia hari ini sudah berada pada posisi yang sangat darurat.

 

Jakarta, 15 Oktober 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Listyo Sigit Prabowo di minta tolak upaya banding PTDH Kompol DK .
“Pencurian Terstruktur” LSM KCBI Tuding KKN Samisade Sukaharja, 120 Hari Kerja Dipakai Tutupi Upah Fiktif
Dua Unit Truk Di Aman kan Tim Gabungan Deninteldam I/BB Dan Satgas Intelstrat BAIS TNI
Acek Kusuma Pimpin Aksi APMP Jatim, Kejari Surabaya Didesak Percepat Penanganan Dugaan Korupsi RSUD Dr. Soetomo
Skandal Lahan PIC Menguak! Kades Sampali Mengaku Tak Pernah Dilibatkan, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan
Black Out Pulau Sumatera, PP HIMMAH Demo PLN Tuntut Copot Dirut Darmawan Prasodjo
Masyarakat mengkritik tegas pembelaan Gubernur Bobby Nasution terhadap komunitas lari .
AMPP berunjuk rasa di Mabes Polri , tolak banding dan tuntut proses pidana Dedi Kurniawan. 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo di minta tolak upaya banding PTDH Kompol DK .

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:40 WIB

“Pencurian Terstruktur” LSM KCBI Tuding KKN Samisade Sukaharja, 120 Hari Kerja Dipakai Tutupi Upah Fiktif

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:30 WIB

Dua Unit Truk Di Aman kan Tim Gabungan Deninteldam I/BB Dan Satgas Intelstrat BAIS TNI

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:28 WIB

Acek Kusuma Pimpin Aksi APMP Jatim, Kejari Surabaya Didesak Percepat Penanganan Dugaan Korupsi RSUD Dr. Soetomo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Skandal Lahan PIC Menguak! Kades Sampali Mengaku Tak Pernah Dilibatkan, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru