Aksi Demo di PT UG Patumbak Memanas: Wartawan Jadi Korban Kekerasan dan Intimidasi

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Aksi Demo di PT UG Patumbak Memanas: Wartawan Jadi Korban Kekerasan dan Intimidasi

Medan / antara news.id

Demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan warga di depan PT Universal Gloves (UG), Patumbak, pada Senin (9/6/2025) berubah menjadi ajang kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis. Aksi ini dipicu oleh kemarahan warga terhadap dampak bau busuk dari gudang penyimpanan cangkang di Jalan Besar Patumbak, Dusun I, Desa Patumbak Kampung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan mencapai puncaknya ketika sekelompok pemuda yang diduga preman menghalangi aksi warga dan memaksa karyawan PT UG untuk masuk. Aksi dorong-mendorong tak terhindarkan di depan pintu masuk pabrik, menciptakan suasana yang semakin mencekam.

Ironisnya, aksi unjuk rasa ini justru menjadi sasaran kekerasan terhadap jurnalis yang sedang meliput. Puluhan pemuda tak dikenal secara brutal menghalang-halangi wartawan. DL, seorang wartawan media online, nyaris kehilangan ponselnya akibat dorongan dan tepisan tangan. ES, seorang wartawan media cetak dan online terbitan Medan, menjadi korban yang lebih parah ketika dipukul helm oleh oknum preman hingga mengenai wajah dan kepala.

Baca Juga:  Hari Tani Nasional Dimeriahkan dengan Penandatanganan Kerjasama TMI Deli Serdang dan PT Bio Energi Rimba di Desa Pematang Johar

Para pelaku intimidasi juga melontarkan kata-kata kotor dan menantang wartawan untuk berkelahi. “Apalagi kau. Mau ribut lagi kau. Gak sor kau, main kita,” ujar DL menirukan ucapan seorang oknum yang dikenal dengan panggilan Aseng. Pria bertopi pet itu bahkan dengan berani menantang wartawan, demonstran, dan warga sekitar untuk berduel demi membela kepentingan mereka di PT UG.

Aparat penegak hukum dari Polsek Patumbak dan Koramil 15/DT yang berada di lokasi, hanya terpantau diam dan seolah menjadi penonton, tanpa melakukan tindakan berarti untuk melindungi para jurnalis dan demonstran. Aksi demo tersebut berada di wilayah hukum mereka, namun respons yang diberikan sangat minim.

Korban kekerasan, ES, menyatakan akan melaporkan puluhan oknum OKP tersebut ke pihak kepolisian Polsek Patumbak, guna menuntut pertanggungjawaban atas tindakan brutal yang mereka lakukan.( HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Genjot Program Unggulan Ketahanan Pangan, Deli Serdang Raih Prestasi Inflasi Terendah Per Januari 2026
Musda XI Golkar Sumut 2026 Diwarnai Kericuhan, Panitia dan Pihak yang Bersangkutan Harus Bertanggung Jawab Total
Andar Amin Harahap Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua DPD Golkar Sumut Periode 2026-2031 pada Musda XI
Sekolah rakyat dibangun diatas lahan ” sengketa ”   , ahli waris menangis tak dapat kompensasi .
Kisah Seorang Kakak Dihukum Penjara Karena Me-repost Berita Adiknya yang Menjadi Korban KDRT seorang Polisi
Harapan Baru dari Kotapinang:Bupati Labusel Serahkan 15 Kios Usaha untuk Penyandang Disabilitas
Satres narkoba Polres Binjai tangkap dua pria yang meresahkan kampung sendiri dengan barang bukti extasi .
Diduga Kangkangi kuasa hukum , kasus istri siri Andar Amin Harahap terungkap !! Kuasa hukum geram
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 01:22 WIB

Bupati Genjot Program Unggulan Ketahanan Pangan, Deli Serdang Raih Prestasi Inflasi Terendah Per Januari 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 06:16 WIB

Musda XI Golkar Sumut 2026 Diwarnai Kericuhan, Panitia dan Pihak yang Bersangkutan Harus Bertanggung Jawab Total

Senin, 2 Februari 2026 - 01:15 WIB

Andar Amin Harahap Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua DPD Golkar Sumut Periode 2026-2031 pada Musda XI

Sabtu, 31 Januari 2026 - 01:09 WIB

Sekolah rakyat dibangun diatas lahan ” sengketa ”   , ahli waris menangis tak dapat kompensasi .

Jumat, 30 Januari 2026 - 02:36 WIB

Kisah Seorang Kakak Dihukum Penjara Karena Me-repost Berita Adiknya yang Menjadi Korban KDRT seorang Polisi

Berita Terbaru