Mahasiswa UNIMED Hadirkan Inovasi Biofilter Air di Desa Kuta Tinggi

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 01:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Mahasiswa UNIMED Hadirkan Inovasi Biofilter Air di Desa Kuta Tinggi

Medan,/antara news.id 

Permasalahan air bersih yang masih menjadi isu krusial di Desa Kuta Tinggi, mendorong mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 40 hari, untuk menghadirkan solusi inovatif. Mereka memperkenalkan biofilter air berbasis mikroalga Chlorella vulgaris kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi pada 31 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan solusi yang sederhana, ramah lingkungan, dan terjangkau guna meningkatkan kualitas air di Desa Kuta Tinggi. Mikroalga Chlorella vulgaris dipilih karena kemampuannya yang telah teruji dalam berbagai penelitian untuk meningkatkan kualitas air. Mekanisme kerjanya meliputi penyerapan nutrien berlebih seperti nitrogen dan fosfor yang menyebabkan kekeruhan, serta produksi oksigen terlarut melalui fotosintesis yang mendukung pembersihan air secara alami. Selain itu, Chlorella vulgaris juga efektif dalam menyerap logam berat dan polutan berbahaya, menjadikannya ideal untuk fitoremediasi.

Baca Juga:  Assosiasi Pewarta Pers Indonesia Mengutuk Keras Tindakan Arogan Pejabat Dinas Pertanian Deli Serdang, Tuntut Bupati Bertindak Tegas!

Dalam sesi diskusi dengan warga, mahasiswa Unimed menanyakan langsung kepada perangkat desa mengenai efektivitas biofilter air ini. Perangkat desa menyatakan bahwa inovasi ini sangat membantu mengatasi masalah kejernihan dan kualitas air yang selama ini dihadapi. Masyarakat dapat melihat langsung bagaimana cara sederhana dan alami dapat meningkatkan kualitas air.

Terkait keberlanjutan program, perangkat desa berharap agar masyarakat dan pemerintah desa dapat melanjutkan inisiatif ini setelah mahasiswa KKN kembali ke kampus. Pendampingan dan pelatihan lanjutan diperlukan agar penggunaan biofilter dapat diperluas dan diintegrasikan sebagai program desa.

Kehadiran mahasiswa Unimed di Desa Kuta Tinggi tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga memicu partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kualitas air. Dengan pendekatan yang aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan, program biofilter berbasis Chlorella vulgaris ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masalah air bersih di pedesaan.( HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel antara-news.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hukum tumpul ke kiri , tajam ke kanan . Kasus saling lapor di Nias menjadi Sorotan publik .
Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji
Fitnahan tipu gelap terhadap GS ; Berita tidak mendasar dan melanggar kode etik
Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur untuk Operasi Penjebakan, Kapolri, Irwasum dan Kapoldasu Diminta Segera Ambil Tindakan
DPW A–PPI Sumut menyoroti Harga cabai anjlok menyentuh Rp.8.000 ribu . Ratusan petani Deli Serdang Rugi besar .
JFC Season 2: Indonesia vs Malaysia Akan Memperebutkan Sabuk Bapak Gubernur Sumut, Hadirilah dan Dukung Bareng!
DPW A-PPI Sumut sambut lebaran, gelar acara buka puasa bersama dan bagikan parcel untuk anggota .
BEM Nusantara Sumut Dukung Kepolisian Ungkap Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Kontras
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 10:20 WIB

Hukum tumpul ke kiri , tajam ke kanan . Kasus saling lapor di Nias menjadi Sorotan publik .

Kamis, 16 April 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

Minggu, 12 April 2026 - 22:48 WIB

Fitnahan tipu gelap terhadap GS ; Berita tidak mendasar dan melanggar kode etik

Sabtu, 4 April 2026 - 09:28 WIB

Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur untuk Operasi Penjebakan, Kapolri, Irwasum dan Kapoldasu Diminta Segera Ambil Tindakan

Jumat, 3 April 2026 - 06:33 WIB

DPW A–PPI Sumut menyoroti Harga cabai anjlok menyentuh Rp.8.000 ribu . Ratusan petani Deli Serdang Rugi besar .

Berita Terbaru